Jumat, 17 Oktober 2014

Inilah Penjelasan Status Data SK Tunjangan Profesi

Penjelasan berbagai hal akan proses peneritan SKTP/SK Tunjangan Profesi bagi guru-guru yang sudah sertifikasi melalui sinkronisasi dapodik, masuk lembar info PTK/Lembar cek data Guru, pada LTD sendiri kita bisa melihat hasil inputan data kita yang kita sinkronkan melalui aplikasi dapodikdas baca disini, apakah sudah valid data Kita, bagaimana dengan JJM nya, baik JJM Pada inputan dapodik,JJM yang diakui hingga JJM Linear bagi seorang Guru yang sudah sertifikasi karena jika belum tersertifikasi takkan mungkin ada JJM Linearnya namun jika seorang guru yang tersertifikasi namun JJM linearnya tak ada alias kosong maka besar kemungkinan tak akan mendapatkan Tunjangan Profesi nya. Menyangkut penerbitan SK Tunjangan Profesi ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dan pahami maksud dari keterangan akan data yang belum sesuai, dan yang sudah sesuai hingga, SK yang akan diterbitkan, sebagai berikut penjelasan dari P2TK Dikdas.
Inilah Penjelasan Status Data SK Tunjangan Profesi

Belum Update Dapodik 
Penjelasan :
a. PTK Belum melakukan sinkronisasi data pada aplikasi DAPODIK atau ada perbedaan pengisian NUPTK baca disini, Nama atau Tanggal Lahir antara yang di isi pada DAPODIK dengan Data Kelulusan pada Aplikasi SIM Tunjangan
b. Pengawas : Dinas pendidikan belum melakukan pengisian data kelengkapan pribadi pengawas pada aplikasi Tunjangan Profesi


Data Belum Valid atau Masih Edit
Penjelasan :
a. PTK sudah melakukan sinkronisasi namun data belum valid atau dalam proses perbaikan di aplikasi tunjangan profesi, atau PTK tersebut tidak valid untuk menerima tunjangan profesi dikarenakan syarat penerima tunjangan profesi tidak terpenuhi (Red. Baca kembali PP 74 Tahun 2008 Pasal 15)
b. Pengawas : Dinas pendidikan masih dalam proses melakukan pengisian data kelengkapan pribadi pengawas pada aplikasi Tunjangan Profesi

Data Siap Usul
Penjelasan :
a. Data PTK pada Lembar Info PTK sudah valid menurut Pasal 15 PP 74 Tahun 2008 sebagai penerima tunjangan profesi, namun menunggu verifikasi Dinas Pendidikan masing2 kab/kota agar data yang di SK kan tidak ada permasalah administrasi di lain waktu,
[Contoh PTK A Sudah valid di Kab A namun real PTK A sudah mutasi ke Kab B oleh sebab itu OP Dinas harus memutasikan dulu data PTK A ke Kab B agar tidak terbit SK Di Kab A]

Dalam Proses Usulan Perbaikan Data Kelulusan
Penjelasan : Dinas Pendidikan Kab/Kota sedang melakukan usulan perbaikan data kelulusan pada SIM Tunjangan Profesi terkait data NUPTK, No Peserta, Kode Bidang Studi, Wilayah Tugas dll.


PTK Tidak Aktif
Penjelasan : PTK Tidak aktif, Pensiun, Meninggal, Cuti atau Mutasi Struktural

Data Siap SK
Penjelasan : Data Sudah Valid secara Peraturang dan Perundang2an dan Sudah di verifikasi oleh dinas pendidikan Kab/kota menunggu di terbitkan nomor SK oleh Admin Tunjangan P2TK DIKDAS

Data Sudah SK
SUDAH SK .. TUNGGU PEMBAYARAN OLEH DINAS PENDIDIKAN KAB/KOTA MASING2
SEMUA PIHAK SEDANG BEKERJA DAN DATA AKAN TERUS BERUBAH, JADI NGA PERLU DI TANYA MASALAH WAKTU, dan berikut Penjelasan Isian Lembar Info PTK


Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru

Profesi guru perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional, agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku, maka diperlukan Penilaian Kinerja Guru (PK GURU) yang menjamin terjadinya proses pembelajaran yang berkualitas di semua jenjang pendidikan.

Pelaksanaan PK GURU dimaksudkan bukan untuk menyulitkan guru, tetapi sebaliknya PK GURU dilaksanakan untuk mewujudkan guru yang profesional, karena harkat dan martabat suatu profesi ditentukan oleh kualitas layanan profesi yang bermutu.

Untuk meyakinkan bahwa setiap guru adalah seorang profesional di bidangnya dan sebagai penghargaan atas prestasi kerjanya, maka PK GURU harus dilakukan terhadap guru di semua satuan pendidikan formal.

Hasil PK GURU dapat dimanfaatkan untuk menyusun profil kinerja guru sebagai input dalam penyusunan program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB). Hasil PK GURU juga merupakan dasar penetapan perolehan angka kredit guru dalam rangka pengembangan karir guru.

Pelaksanaan terintegrasi antara PK GURU dan PKB akan menciptakan guru yang mempunyai motivasi tinggi, berdedikasi tinggi, terampil dalam membangkitkan minat peserta didik untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta memiliki integritas kepribadian yang tangguh untuk berkompetisi di era global.

Pedoman pelaksanaan PK GURU ini disusun untuk memperluas pemahaman semua pihak terkait tentang prinsip, proses, dan prosedur pelaksanaan PK GURU, sebagai suatu sistem penilaian kinerja yang berbasis bukti (evidence-based appraisal).

Pedoman PK GURU mengatur tentang tata cara penilaian dan norma-norma yang harus ditaati oleh penilai, guru yang dinilai, serta unsur lain yang terlibat dalam proses penilaian. Pedoman pelaksanaan PK GURU bisa diunduh di sini.

Semoga Bermanfaat

KTSP dan Kurikulum 2013

Setiap diberlakukannya kurikulum baru selalu diberikan nama pada kurikulum baru tersebut. Pemberian nama tersebut dikaitkan dengan tahun pemberlakuannya. Misal kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1975 disebut kurikulum 75. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1984 disebut kurikulum 84. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 1994 disebut kurikulum 1994. Kurikulum yang diberlakukan pada tahun 2004 disebut  kurikulum 2004. Khusus untuk kurikulum 2004 sering disebut Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Kurikulum KBK ini tidak berumur panjang, karena pada tahun 2006 diberlakukan kurikulum baru lagi yang disebut kurikulum 2006. Kurikulum 2006 ini lebih populer dengan sebutan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Karena sejak diberlakukan kurikulum 2006 ini sekolah (satuan pendidikan) harus membuat kurikulum sendiri, yang tentu tiap sekolah berbeda kurikulumnya, namun begitu tetap mengacu pada standar nasional yang telah ditetapkan, di antaranya permen no 22 tahun 2006  tentang Standar Isi, permen no 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan.

Sebutan kurikulum (kurikulum 94 misalnya) sebenarnya bukan sebutan resmi, karena sebutan itu tidak tercantum di dalam dokumen resmi seperti permen. Demikian juga sebutan kurikulum 2013 itu juga tidak ada dalam permen, baik permen no 54 tentang Standar Kompetensi Lulusan, permen no 64, 65, 66, 67, 68, 69, 70 tahun 2013. Termasuk permen 81A tentang Implementasi Kurikulum (bukan Implementasi Kurikulum 2013). Jadi sebutan kurikulum 2013 itu bukan sebutan resmi. Oleh karena diimplementasikan pada tahun 2013 maka kurikulum itu disebut kurikulum 2013.

Lalu apa kaitannya dengan sebutab KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan)? Ketika muncul kurikulum 2013 semula saya beranggapan bahwa kita tidak perlu membuat kurikulum di sekolah (satuan pendidikan). Kurikulum 2013 adalah penyempurnaan kurikulum KTSP (yang diberlakukan pada tahun 2006) dan anggapan saya Kurikulum 2013 itu bukan KTSP lagi, dengan demikian sekolah tidak perlu lagi membuat kurikulum di tingkat sekolah (tingkat satuan pendidikan). Ternyata anggapan saya salah. Walupun sekolah sudah menerapkan kurikulum 2013, tetap sekolah itu membuat kurikulum di tingkat sekolah (satuan pendidikan). Kurikulum yang dibuat oleh sekolah itulah yang disebut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

Jadi untuk SMA/SMK yang tahun pelajaran 2013/2014 menerapkan kurikulum 2013 sekolah tersebut tetap membuat kurikulum di tingkat sekolah (KTSP), yang isinya adalah kurikulum 2013 untuk kelas X dan kurikulum 2006 untuk kelas XI dan XII. Jadi Saat ini KTSP itu terdiri dari Kurikulum 2013 dan Kurikulum 2006. Jadi Kurikulum 2013 itu merupakan bagian dari KTSP. Ketika semua kelas, kelas X, XI dan XII sudah melaksanakan Kurikulum 2013 maka KTSP yang dibuat oleh sekolah itu hanya berisi kurikulum 2013.  Jadi nantinya KTSP itu identik dengan kurikulum 2013, sama halnya pada tahun 2006 KTSP itu identik dengan kurikulum 2006.

Senin, 13 Oktober 2014

Download Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013


Download Perangkat Pembelajaran Kurikulum 2013

Dalam implementasi Kurikulum 2013 ada beberapa perangkat pembelajaran yang sudah dibuatkan pusat dan ada perangkat pembelajaran yang harus dikembangkan guru sendiri. Kurikulum 2013 sebagai pengembangan Kurikulum KTSP sudah mulai diterapkan tahun pelajaran 2013/2014 ini. Meskipun demikian, penerapannya terbatas pada sekolah-sekolah tertentu.

Kurikulum 2013 yang diterapkan di tingkat Sekolah Dasar (SD) banyak mengubah metode pembelajaran. Materi tidak lagi disampaikan per mata pelajaran melainkan per tema. Model pembelajaran tematik integratif menjadikan tema sebagai pengikat berbagai materi mata pelajaran. Setiap satu semester kurang lebih terdapat delapan tema yang harus diselesaikan.

Dari beberapa pelatihan Kurikulum 2013 kepada guru yang disampaikan oleh LPMP diberikan beberapa contoh perangkat pembelajaran Kurikulum 2013. Perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 sedikit berbeda dengan perangkat pembelajaran yang digunakan pada kurikulum sebelumnya. Berikut perangkat pembelajaran Kurikulum 2013 yang bisa didownload dengan cara klik tautan di bawah ini;


Dengan perangkat pembelajaran yang lengkap dan benar, proses kegiatan belajar yang berjalan dengan baik sehingga tujuan pembelajaran bisa tercapai. Penerapan Kurikulum 2013 dilaksanakan secara bertahap. Ditargetkan pada tahun 2015 seluruh SD, mulai dari kelas 1-6 sudah 100 persen memakai Kurikulum 2013

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2013/09/download-perangkat-pembelajaran-kurikulum-2013.html#ixzz3G3K11e1l

Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM


Cara Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal KKM

Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap peserta didik tersebut telah tuntas atau menguasai kompetensi yang dipelajari. Sebaliknya jika ditemukan peserta didik mendapat nilai di bawah KKM berarti perlu adanya perbaikan.

Dalam menentukan KKM mempertimbangkan beberapa hal, diantaranya: tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi dasar, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran.

Sekolah diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal. Yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas. Selain itu, tentukan kemampuan atau nilai untuk setiap aspek (komponen) KKM, sesuaikan dengan kemampuan sebenarnya.

a. Aspek Kompleksitas
Semakin komplek (sulit) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi. Ini bisa dilihat dari indikator atau tujuan pembelajaran dari kompetensi tersebut.

b. Aspek Sumber Daya Pendukung
Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi, sebaliknya jika sumber daya pendukung seperti sarana dan prasarana tidak mendukung nilainya semakin rendah

c. Aspek intake
Intake adalah kemampuan awal peserta didik, bisa dilihat dari hasil sebelumnya atau pre test. Semakin tinggi rata-rata kemampuan awal peserta didik maka nilainya semakin tinggi.

Nilai KKM setiap KD diperoleh dari rata-rata nilai ketiga aspek di atas. Misalnya sebuah KD ditentukan nila kompleksitasnya 70, sumber daya pendukung 60, dan intakenya 80 maka nilai KKM dari KD tersebut adalah 70 [(70+60+80)/3=70]. Sedangkan untuk menentukan KKM mata pelajaran yaitu dengan menjumlahkan seluruh KKM KD, lalu dibagi dengan jumlah KD (rata-ratanya).

KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi peserta didik. Begitu pun juga dengan setiap kelas, tidak sama dan ditentukan oleh masing-masing guru kelas. 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2013/06/cara-menentukan-kkm.html#ixzz3G3HUHweL

Sabtu, 11 Oktober 2014

20 Jenis Administrasi Guru Yang Harus Disiapkan Guru di Kurikulum 2013

Mau jadi Guru profesional? Kalau mau, anda harus mampu menunaikan kewajiban administrasi guru. Guru profesional, bukan cuma sekedar bisa mengajar dan tuntas dengan nilai siswa diatas KKM. Tetapi juga harus mampu membuat kelengkapan administrasi guru sebagai report data selama berinteraksi dengan siswa di sekolah. Jika anda sudah mampu mengajar dengan baik, ditambah kesanggupan menyelesaikan administrasi guru lainnya, maka anda layak disebut guru profesional walaupun anda mungkin tidak pernah ikut sertifikasi guru.

Setidaknya ada 20 jenis administrasi guru yang harus di tunaikan seorang guru profesional:
 1. kalender pendidikan (sekolah)
2. program tahunan
3. program semester
4. silabus
5. analisis sk/kd
6. prosedur penilaian
7. rpp
8. kkm
9. jurnal/agenda guru
10. buku absensi
i11. daftar nilai
12. buku pegangan (buku paket, modul, lks )
13. bahan ajar berbasis ict (power point)
14 kisi-kisi soal ulangan
15. kartu soal
16. analisis hasil ulangan
17. program remidial
18. program pengayaan
19. kumpulan soal/bank soal
20. penelitian tindakan kelas

Selasa, 07 Oktober 2014

SK TPP Semester 1 Tahun 2014/2015 Telah terbit


SK TPP
SK penerima tunjangan profesi guru semester 1 tahun pelajaran 2014/2015 untuk pembayaran TPP triwulan III dan IV telah terbit.
Surat Keputusan (SK) penerima Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) bagi guru bersertifikasi telah diterbitkan. SK TPP yang terbit di semester 1 tahun ajaran 2014/2015 ini untuk dasar pembayaran tunjangan profesi guru triwulan III dan IV, yaitu Juli sampai Desember 2014.

Guru penerima tunjangan profesi harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan, utamanya memiliki beban mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam sepekan. Penerbitan SK TPP didasarkan pada data yang telah dikirim melalui aplikasi Dapodikdas oleh operator sekolah.

Selanjutnya operator Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota melalui Aplikasi SIM Tunjangan akan melakukan verifikasi dan memberi check list nama-nama guru yang memenuhi syarat menerima tunjangan, kemudian data tersebut dikirim ke pusat untuk diajukan diterbitkan SK TPP. 

Status penerbitan SK TPP semester 1 tahun pelajaran 2014/2015 dapat dicek atau dilihat melalui fasilitas halaman Info PTK atau Lapor Tunjangan Dikdas secara online. Untuk melihat status penerbitan SK TPP guru dapat mengunjungi salah satu domain berikut ini:


Untuk login, masukan Nomor Registrasi Guru (NRG) dan tanggal lahir dengan format penulisan YYYYMMDD sebagai password. 

Rencananya TPP triwulan III akan dicairkan ke masing-masing rekening guru penerima mulai pertengahan Oktober 2014. Jumlah hak bulan yang diterima disesuaikan dengan masa aktif. Misalnya pensiun September 2014 maka yang bersangkutan berhak 2 bulan saja. 

Sumber: http://www.sekolahdasar.net/2014/10/sk-tpp-semester-1-tahun-20142015-telah-terbit.html#ixzz3FWdRypVc
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...