Selasa, 26 Agustus 2014

Formasi CPNS 2014 Seluruh Kabupaten/ Kota

Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 instansi pemerintah daerah (Pemda) Kabupaten/Kota seluruh Indonesia telah diumumkan oleh Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB). Pengumuman formasi CPNS 2014 seluruh Kabupaten/Kota ini diperbarui secara berkala.

Seperti yang dilansir dari laman situs Portal Nasional CPNS 2014, ada 411 (empat ratus sebelas) Kabupaten/Kota yang mendapat alokasi formasi CPNS 2014. Daftar Pemda tingkat Kabupaten/Kota yang telah resmi mengumumkan formasi CPNS 2014 bisa dilihat di laman https://panselnas.menpan.go.id/index.php/form-2/13-daerah/provinsi/kabkota/

Jabatan guru dalam formasi penerimaan CPNS mendapatkan prioritas, khususnya guru SD. Formasi guru SD yang diperebutkan sarjana lulusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) ini ada pada tes seleksi CPNS yang dilaksanakan oleh Pemda tingkat Kabupaten/Kota. Pengumuman penerimaan CPNS nantinya juga bisa dilihat melalui situs resmi Kabupaten/ Kota.

Pendaftaran seleksi penerimaan CPNS 2014 dilaksanakan online secara serentak dan terintegrasi. Panselnas CPNS 2014 melakukan penyederhanaan pendaftaran CPNS, pelamar dapat mengunjungi situs http://sscn.bkn.go.id dan https://panselnas.menpan.go.id untuk melakukan pendaftaran dan mendapatkan informasi lainnya. 

Tes seleksi CPNS 2014 menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT). Materi soal tes CPNS 2014 sama seperti tahun lalu, yaitu tes kompetensi dasar (TKD) yang terdiri dari tiga kelompok soal, wawasan
kebangsaan, karakteristk pribadi, dan inteligensia umum. 

Pendaftaran secara online dan penggunaan sistem CAT ini diharapkan proses seleksi CPNS 2014 berlangsung secara transparan dan akuntabel. Selain itu, juga agar setiap PNS yang lolos memang kompeten dan terbebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Pendaftaran Online CPNS 2014

Formulir pendaftaran online Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2014 dapat diakses melalui situs Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) CPNS 2014 Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Jika pelamar telah memilih formasi yang akan didaftar, mereka bisa segera melakukan pengisian formulir pendaftaran CPNS 2014 melalui https://regpanselnas.menpan.go.id/ Pada laman Formulir Pendaftaran CPNS 2014 ini para calon pelamar akan diminta untuk mengisikan data-data seperti berikut:

  • NIK (Nomor Induk Kependudukan)
  • Nama Lengkap
  • Email yang berlaku
  • Tempat Tanggal Lahir (diisi dengan format Tahun-Bulan- Hari)
  • Memilih Instansi yang akan dilamar
  • Pasword serta konfirmasi pasword untuk membuka nantinya
  • Menuliskan Kode Sekuriti yang sudah tertera untuk keamanan
  • Setelah semua terisi, pilih kirim data-data tersebut.

Pendaftaran online CPNS 2014 hanya dapat dilakukan satu kali. Pelamar tidak dapat membatalkan atau mengganti pilihan instansi yang telah dipilih. Pelamar hanya dapat memilih instansi sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yang dapat dilihat di laman Status Data Formasi. Setelah anda login ke Portal Nasional, pemalar baru dapat login ke portal instansi minimal 1×24 jam.

Panselnas CPNS 2014 memperpanjang jadwal pendaftaran online CPNS, pendaftaran akan berakhir pada tanggal 7 September 2014. Hal ini dilakukan menyusul terjadinya down server pada situs pendaftaran panselnas.menpan.go.id beberapa hari terakhir. Pelamar CPNS 2014 disarankan mencermati rincian formasi CPNS 2014 yang diupload di formasi2.menpan.go.id dan mempelajari  kisi-kisi soal CPNS. 

60 Ribu Pelamar CPNS Sukses Daftar di Portal Panselnas

JAKARTA - Panitia seleksi nasional (Panselnas) CPNS sudah menerima 60 ribu pendaftar online. Jumlah tersebut posisinya pada Selasa (26/8) dini hari tadi pukul 01.00 WIB. Itupun baru untuk empat instansi yaitu Kementerian Keuangan, LKPP, BIG, dan Bakorkamla.

"Yang sukses mendaftar secara online di portal panselnas.menpan.go.id sampai pukul 01.00 tadi malam mencapai 60 ribu orang. Artinya performa portal nasional bagus," kata Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik (HKIP) Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Herman Suryatman di Jakarta, Selasa (26/8).

Kalaupun ada pendaftar yang sulit, lanjutnya, kemungkinan kapasitas internet yang bersangkutan terbatas. Namun, Panselnas tetap mengutamakan prinsip tidak merugikan pelamar.
"Metode computer assisted test (CAT) membuat seluruh pendaftaran hingga tes itu dilakukan tidak serentak. Jadi pelamar tidak perlu khawatir bila sampai hari ini belum bisa masuk. Empat instansi yang sudah dibuka pendaftarannya tanggal 24 Agustus, penutupannya tanggal 7 September," bebernya. (esy/jpnn)

Delapan Instansi Pusat Sudah Buka Pendaftaran CPNS

JAKARTA - Hingga hari ini, Selasa (26/8), sudah delapan instansi pusat yang membuka pendaftaran CPNS online via portal nasional: panselnas.menpan.go.id.

ke-8 instasi pusat tersebut adalah Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla), Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Badan Informasi Geospasial (BIG), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Kehutanan (Kemhut), Kementerian Perdagangan (Kemendag), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Empat instansi yaitu Kemenkeu, LKPP, BIG, dan Bakorkamla sudah lebih dulu membuka pendaftaran pada 24 Agustus. Itu berarti masa pendaftarannya hanya sampai 7 September. Empat instansi lainnya yaitu Kemhut, Kemendag, BPK, dan BNN, baru dibuka per 26 Agustus, sehingga penutupannya pada 9 September.
"Setiap instansi masa pendaftarannya hanya 14 hari, dihitung dari saat dibuka pendaftarannya. Kalau baru dibuka hari ini, berarti hitung saja 14 harinya dari sekarang," kata Karo Hukum Komunikasi Informasi Publik KemenPAN-RB Herman Suryatman di Jakarta, Selasa (26/8).

Dia menambahkan, delapan instansi ini akan menerima pendaftar 1 x 24 jam selama dua pekan. "Namanya online bisa di jam berapa saja bisa melamar," ucapnya.
Sedangkan instansi lainnya yang statusnya siap mendaftar, Herman mengatakan, tinggal menunggu giliran dan akan secepatnya di-upload.(esy/jpnn)


Pendaftaran CPNS Wajib Pakai NIK e-KTP

JAKARTA - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) harus utuh ketika sosialisasi pendaftaran tes CPNS. Ketika pendaftaran sudah berjalan dua hari, kemarin mereka mengumumkan bahwa NIK (nomor induk kependudukan) yang dipakai dalam pendaftaran online adalah NIK e-KTP.
Dalam website formulir pendaftaran di regpanselnas.menpan.go.id hanya tertera keterangan pengisian NIK. Tidak ada keterangan tambahan bahwa NIK yang dientri harus NIK dari e-KTP.
Bagi calon pelamar yang belum memiliki e-KTP tentu kelabakan, karena harus mengurusnya mulai dari tingkat RT-RW, kelurahan, kecamatan, dan yang lainnya. Sedangkan masa pendaftaraan terus berjalan.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Informasi Publik Kemen PAN-RB Herman Suryatman menuturkan, Dirjen Dukcapil (Kependudukan dan Catatan Sipil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) segera mengeluarkan surat edaran ke seluruh kantor dinas dukcapil seluruh Indonesia.

"Surat edaran itu intinya memfasilitasi penduduk yang melamar CPNS tetapi belum punya e-KTP," katanya kemarin. Herman meminta calon pelamar CPNS yang belum memiliki e-KTP, diminta segera menghubungi kantor dinas dukcapil di daerah masing-masing untuk mendapatkan NIK sebagai syarat pendaftaran tes CPNS.

Herman menuturkan yang terpenting NIK e-KTP sudah keluar dahulu. Masyarakat atau calon pelamar tes CPNS tidak perlu menunggu sampai fisik e-KTP diterbitkan instansi berwenang. Dia menuturkan acuan panitia tetap menggunakan NIK dari e-KTP, terlepas nanti NIK itu sama dengan KTP yang lama (manual).

Herman juga membuat simulasi bagi pelamar CPNS yang domisilinya berbeda dari alamat di KTP. Dia mengatakan calon pelamar itu harus mengurus NIK e-KTP di daerah asalnya terlebih dahulu. Setelah mendapatkan NIK e-KTP dari daerah asal, baru bisa dipakai untuk mendaftar CPNS 2014.

Kasus ini dikecualikan bagi penduduk yang sudah mendapatkan persetujuan pindah domisili ke daerah yang baru dan ada pengantar resmi dari daerah yang lama.

Herman menuturkan, aturan kewajiban NIK dari e-KTP ini akan terus dipantau. Dia menjelaskan pada prinsipnya panselnas tidak akan merugikan masyarakat. Sebab etika birokrasi yang baik itu adalah, tidak merugikan masyarakat atas kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.

"Jadi sekarang diupayakan dulu untuk memproses penerbitan NIK e-KTP dulu," tegas dia. Kalaupun nanti ada kendala teknis yang bersifat menyeluruh gara-gara NIK e-KTP itu, panselnas segera mencarikan solusi yang terbaik. Herman mengatakan saat ini yang berlaku masih aturan sesuai prosedur, yakni harus NIK dari e-KTP.

Update terkini jumlah isntansi yang siap dilamar terus bertambah. Instansi yang baru ada tiga, yaitu Kementerian Kehutanan, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pemeriksa Keuangan.

Sebelumnya instansi yang sudah siap dilamar adalah Kementerian Keuangan, Badan Informasi Geospasial, Badan Koordinasi Keamanan Laut, dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Herman belum bisa menyampaikan jumlah pelamar yang sudah tuntas mendaftar secara online. (wan)


Minggu, 24 Agustus 2014

Mekanisme Pemberian Inpassing Guru Non PNS

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menetapkan Permendikbud nomor 28 tahun 2014 tentang Pemberian Kesetaraan Jabatan Dan Pangkat Bagi Guru Non PNS. Mekanisme pemberian kesetaraan jabatan dan pangkat (Inpassing) bagi guru non PNS jenjang pendidikan dasar telah diinformasikan oleh Direktorat Pembinaan PTK Dikdas Kemendikbud.

Semua guru yang akan mengikuti proses inpassing harus mengisi data Dapodikdas denga benar sesuai dengan kondisinya dan telah dinyatakan valid oleh sistem. Berdasarkan data Dapodikdas tersebut, guru akan diseleksi untuk menentukan prioritas berdasarkan status kepemilikan sertifikat pendidik, usia, masa kerja, dan pemenuhan beban kerja. 

Guru yang mendapat prioritas untuk inpassing akan diberi nomor urut dan dicetak sebagai bukti terpanggil untuk inpassing dan menjadi satu kesatuan dalam dokumen yang harus dikirim ke Direktur Pembinaan PTK Dikdas. Selengkapnya mekanisme pemberian inpassing bagi guru non PNS jenjang pendidikan dasar bisa dibaca di dokumen ini.

Pemberian kesetaraan jabatan dan pangkat berdasarkan ketentuan jabatan fungsional guru dan angka kreditnya ini untuk mewujudkan guru non PNS yang profesional, dengan pembinaan yang terarah dan berkelanjutan. Seluruh informasi terkait mekanisme inpassing, persyaratan dan contoh dokumen dapat dilihat di laman http://p2tk.dikdas.kemdikbud.go.id/ 

Guru Memberi PR Pada Siswa, Tepat atau Keliru?

Pekerjaan Rumah (PR) sebenarnya memiliki tujuan baik, yaitu agar siswa semakin memahami dan mengerti materi pelajaran yang diajarkan di sekolah. Tetapi faktanya tidak sedikit siswa yang merasa stres menghadapi PR dari guru mereka. Akibatnya seolah PR membuat siswa jadi tertekan.

Saat ini memang banyak guru yang memberikan PR dengan kuantitas berlebihan. Itulah yang akhirnya membuat PR dianggap beban olehsiswa. Jika standar yang ditetapkan untuk PR adalah 20 soal, tapi guru memberikan 50 sampai 100 soal, ini baru namanya membebani siswa.

Menurut psikiater anak, Kresno Mulyadi, PR tidak boleh melampaui standar kompetensi dari yang telah ditetapkan. PR boleh saja diberikan pada siswa, asal konstekstual dan masih berada di batas rasional siswa. PR yang diberikan guru sebenarnya baik untuk melatih tanggung jawab siswa. 

Untuk meningkatkan minat siswa terhadap pelajaran, para siswa harus dapat menikmati proses belajar. Jadi, bukan hanya menghafal, tetapi juga memahami pelajaran yang diberikan. Dengan demikian, siswa tak lagi menganggap belajar sebagai beban.

Seharusnya yang menjadi konsentrasi guru dalam mendidik siswa adalah upaya menciptakan motivasi positif pada siswa untuk belajar maksimal selama di sekolah. Tidak menjadikan PR sebagai alasan agar siswa belajar di rumah.

"Saat ini malah terbalik, kebanyakan anak ketika diajak nonton senang, tetapi jika diajak belajar malas. Seharusnya tidak seperti itu," kata Kresno yang dikutip dari Female Kompas
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...