3 Hal Penting Terkait Alokasi Dana BOS 2015 Di Dapodikdas

Pada tahun 2015 aplikasi dapodikdas menjadi satu-satunya sumber data yang di ambil pemerintah dalam perhitungan alokasi dana BOS tahun 2015 yang disalurkan ke sekolah-sekolah. Pada kesempatan ini penulis sekedar mengingatkan rekan-rekan ops sekalian agar sebelum melakukan sinkronisasi data sekolah anda ke server perlu mencermati 3 hal penting dalam pengisian data sekolah di dapodikdas seperti yang disampaikan bapak Yusuf Rokhmat berikut ini

  1. Pastikan pada pengisian pilihan menerima dana bos mencentang Bersedia, karena jika tidak dicentang dipastikan tidak ada dalam list alokasi dana BOS
  2. Data yang dihitung adalah data siswa yang masuk ke dalam rombongan belajar semester 2 ( genap)
  3. Selalu pantau portal dapo.dikdas.kemdikbud di progress pengiriman , kesesuaian data siswanya, karena di situlah yang akan diambil datanya
Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar di bawah :
dapodikdas dan alokasi dana bos 2015
Selain itu, pastikan kepala sekolah mengetahui hasil pekerjaan operator sekolah, karena kebenaran data merupakan tanggungjawab kepala sekolah. Demikianlah informasi yang bisa saya sampaikan lebih dan kurang saya mohon maaf. Jika menurut anda info pendidikan ini bermanfaat, silahkan share ke rekan-rekan yang lain.

Buku Analisa Hasil Evaluasi Program Perbaikan Dan Pengayaan untuk SD



Buku Analisa Hasil Evaluasi Program Perbaikan Dan Pengayaan untuk SD ini berisi analisa hasil evaluasi yang telah dilaksanakan guru, serta program perbaikan bagi siswa yang nilainya di bawah Kriteri Ketuntasan Minimal (KKM) dan program pengayaan bagi siswa di atas KKM.

Buku Analisa Hasil Evaluasi Program Perbaikan Dan Pengayaan dulunya banyak yang ditulis tangan, dengan kemajuan teknologi untuk memperlancar dan menertibkan kegiatan administrasi di kelas ini dapat dikerjakan dengan komputer. Berikut adalah contoh Buku Analisa Hasil Evaluasi Program Perbaikan Dan Pengayaan untuk tingkat SD yang dapat didownload.


Tugas guru SD bukan hanya mengajar, melainkan juga melakukan kegiatan administrasi kelas. Membuat Analisa Hasil Evaluasi Program Perbaikan Dan Pengayaan harus dilaksanakan guru setiap semester. Hal ini pun menjadi sebuah tuntutan sekolah. Sebagai salah satu upaya mengembangkan dan memajukan kelas yang akhirnya berpengaruh pada kemajuan sekolah, guru harus berusaha untuk tertib administrasi kelas.

RAPBN PERUBAHAN KEMENDIKBUD TAHUN ANGGARAN 2015 DISETUJUI DPR RI

RAPBN PERUBAHAN KEMENDIKBUD TAHUN ANGGARAN 2015 DISETUJUI DPR RI Rapat Kerja (Raker) Komisi X DPR RI bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang dilaksanakan di gedung Nusantara I, Kantor DPR RI, Jakarta, Kamis (12/02/2015), yang dihadiri oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan, dan Ketua Komisi X DPR RI Teuku Riefky Harsya, serta 40 orang anggota Komisi X DPR RI dan para pejabat eselon satu dan dua di lingkungan Kemendikbud, menghasilkan persetujuan terhadap Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Perubahan tahun anggaran 2015.

“Dengan demikian atas kesepakatan dari Mendikbud dan para anggota, RKAKL Perubahan tahun 2015 kita sepakati,” kata Teuku sembari mengetuk palu sebagai tanda disetujuinya RKAKL Perubahan Kemendikbud tahun 2015.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara atau Lembaga (RKAKL) perubahan tahun anggaran 2015 yang dilakukan oleh Mendikbud dan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, serta Ketua dan Wakil ketua Komisi X DPR RI.

Dengan demikian RAPBN Perubahan tahun anggaran 2015 Kemendikbud adalah sebesar Rp. 52 triliun. “Alokasi anggaran unit utama sebagaimana yang disampaikan pada rapat sebelumnya dan juga usulan program serta pagu baru sudah menjadi bahan pertimbangan kami,” tutur Mendikbud sebelumnya saat rapat dengar pendapat.

Terkait dengan tambahan anggaran untuk Program Indonesia Pintar, Mendikbud dan Komisi X DPR RI sepakat untuk memfokuskan sasaran penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) tahun 2015 pada siswa sekolah sebanyak 14,3 juta siswa. Selain itu juga disepakati KIP untuk anak usia sekolah yang tidak sekolah sebanyak 3,6 juta anak.

Selanjutnya, Mendikbud dan Komisi X DPR RI juga sepakat bahwa sisa anggaran akibat penyesuaian sasaran KIP, anggaran pemanfaatan penghematan perjalanan dinas, dan sisa anggaran implementasi Kurikulum 2013 akibat tidak diterapkan secara menyeluruh pada tahun 2015 akan direalokasikan untuk program peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar dan menengah, dan program pengembangan budaya.

Di penghujung raker Mendikbud menyampaikan apresiasi atas saran yang disampaikan Komisi X DPR RI atas RAPBN Perubahan tahun anggaran 2015. Mendikbud berharap program pendidikan dan kebudayaan dapat dijalankannya bersama-sama.

Hal ini tiada lain untuk mencerdaskan anak-anak bangsa. “Beberapa minggu ini sudah menjadi minggu yang sangat produktif bagi Kemendikbud dan Komisi X. Insya Allah ini akan menjadi awal yang baik bagi kemajuan pendidikan dan kebudayaan,” ucap Mendikbud.

DOWNLOAD APLIKASI PENILAIAN KTSP DENGAN 3 MULOK

Semester dua tahun pelajaran 2014/2015 sudah mulai berjalan, dan dengan kembalinya Kurikulum 2006 di semester ini, maka kita juga harus mempersiapkan perangkat administrasi kelas sesuai kurikulum KTSP. Salah satunya adalah cara penilaiannya yang jauh berbeda dengan kurikulum 2013.

Untuk mempermudah pengolahan nilai siswa maka guru bisa memanfaatkan teknologi komputer untuk melakukan olah data. Salah satunya adalah menggunakan program Microsoft Excel.

Dengan Excel kita bisa melakukan olah data dengan lebih mudah tanpa harus menghitung satu-persatu nilai siswa. Apalagi jikalau siswa yang kita miliki cukup banyak maka pekerjaan olah nilai bukan pekerjaan yang ringan.

Dengan sedikit ketrampilan mengoperasikan komputer, semua pendidik harusnya bisa memanfaatkan teknologi yang ada. Dan akan sangat bermanfaat sekali jika Bapak/Ibu guru yang sudah sertifikasi menyisihkan sebagian uangnya untuk membeli laptop dan mulai belajar mengoperasikan komputer. Sehingga dapat meringankan pekerjaan sehari-hari.

Beberapa waktu lalu saya sudah share Aplikasi Raport KTSP dengan Absen Harian. Kali ini saya ingin share lagi Aplikasi yang sama. Ada sekolah yang hanya mengajarkan dua mulok (biasanya Bahasa Jawa dan Bahasa Inggris), ada juga sekolah menambahkan muatan lain seperti Bahasa Arab, BTQ, dan lain-lain. Sehingga ada tiga mulok yang diajarkan di sekolah. Sehingga tidak bisa dimasukkan dalam aplikasi yang terdahulu.

Alhamdulillah masih diberi kesempatan untuk membuat sedikit perubahan dari aplikasi terdahulu. Pada aplikasi ini untuk nilai tugas lengkap untuk semua mapel dan ada tambahan mapel Bahasa Arab.

Saya sadari bahwa aplikasi ini masih jauh dari sempurna, sehingga teman-teman bisa menambah atau mengurangi sesuai keperluan. Untuk itu sengaja aplikasi tidak di kunci agar memudahkan teman-teman untuk mengeditnya.

Tak banyak yang akan saya tulis di postingan ini, semoga Aplikasi ini bisa memberikan manfaatnya. Silakan bagi yang ingin mencoba bisa unduh dari SINI.

Solusi Lupa Password PTK Padamu Siap Online

Bila anda sebagai PTK lupa password, silakan lakukan reset password, modul reset password ini dapat dilakukan mandiri oleh PTK yang sebelumnya telah menambahkan email alternatif (Klik disini untuk melihat panduan menambahkan email alternatif). Namun jika PTK belum menentukan email alternatif sebelumnya, kemudian lupa password loginnya, PTK bisa memintakan reset password kepada Admin/Operator Sekolah dimana PTK tersebut bernaung (lihat panduan reset password oleh Admin/Operator sekolah dibagian akhir panduan ini).

Berikut panduan singkat cara reset password mandiri oleh PTK :

1. Buka layanan padamu Padamu.siap.id/



2. Pilih lupa password


3. Isikan email dan kode captcha, lalu klik tombol Kirim


4. Anda akan menerima email yang dikirimkan dari SIAP Online, klik pada link tersebut



6. Ditampilkan halaman untuk menentukan password baru anda, isikan kolom Password baru dan kolomUlangi password baru dengan isian yang sama, kemudian klik tombol Kirim



7. Jika sudah benar akan keluar tampilan seperti ini



Namun jika masih terkendala atau PTK belum pernah menentukan email alternatif sebelumnya, silahkan minta resetkan password kepada Admin/Operator Sekolah, Prosedur untuk Admin/Operator Sekolah :

Login sebagai Admin/Operator Sekolah.




Pilih layanan PADAMU SEKOLAH.


Pilih menu Pendidik & Tenaga Kependidikan >> Direktori PTK >> Daftar Pendidik dan Tenaga Kependidikan.



Pada daftar Pendidik dan Kependidikan, Pilih PTK yang akan direset passwordnya, pada pojok kanan PTK, klik tanda segitiga terbalik. Kemudian pilih Atur ulang password.





Cetak Surat Pemeberitahuan Reset Password, kemudian serahkan surat tersebut kepada PTK bersangkutan, didalamnya terdapat akun login dan password hasil reset.




Password yang tercantum dalam surat tersebut dapat langsung digunakan login oleh PTK bersangkutan.

TANYA JAWAB SEPUTAR VERVAL NRG DI PADAMU NEGERI 2015

1. Bagaimana tata kelola NRG selama ini?
Sesuai Peraturan Pemerintah no. 74 tahun 2008 pasal 10 ayat 4 bahwa Sertifikat Pendidik sah berlaku untuk melaksanakan tugas sebagai Guru setelah mendapat Nomor Registrasi Guru (NRG). NRG dikelola dan diterbitkan oleh Pusat Pengembangan Profesi Pendidik (Pusbangprodik) BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak tahun 2007 sampai saat ini. Sehingga bila ada NRG yang tidak sesuai dengan arsip database NRG dari Pusbangprodik maka dinyatakan tidak valid. 

2. Apa tujuan dari VerVal NRG di Padamu Negeri?
Ada 2 (dua) tujuan dari VerVal NRG, yaitu: 
Pertama, untuk memverifikasi dan memvalidasi ulang bagi setiap Guru yang telah memiliki Sertifikasi Pendidik dan NRG yang diterbitkan oleh Pusbangprodik BPSDMPK PMP Kemdikbud sejak 2007 s/d 2014 agar lebih tertib, terjamin validitas/keabsahannya dan terpantau rekam jejak pemilik NRG tersebut.

Kedua, Untuk menerbitkan NRG baru bagi pemilik Sertifikasi Pendidik namun belum memiliki NRG yang diterbitkan resmi oleh Pusbanprodik baik pada pola sertifikasi PSPL atau Portofolio atau PLPG atau PPG selama periode 2007 - 2014 kelulusan sertifikasinya. 

3. Bagaimana mekanisme VerVal NRG di Padamu Negeri?
Padamu Negeri menggunakan Arsip Database NRG milik Pusbangprodik yang tersimpan sejak 2007 s.d 2014. Ada 1.8 juta data NRG yang terekam di Arsip Database NRG milik Pusbangprodik sampai saat ini. Dari 1.8 juta data arsip NRG tersebut telah direkonsiliasi dengan data akun PTK di Padamu Negeri. Oleh karena itu pada proses VerVal NRG mensyaratkan akun PTK di Padamu Negeri minimal bintang 4 ungi dan akan terbagi menjadi 3 (tiga) jenis perlakuan, antara lain:

A. Otomasi Pemberian NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik telah sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem Padamu Negeri langsung memberikan info NRG PTK tersebut secara otomatis. Selanjutnya PTK melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b sebagai tanda bukti ajuan pengesahan ke Admin Dinas/Mapenda (S26c).

B. Klaim NRG
Bila data arsip NRG Pusbangprodik belum sesuai dengan data akun PTK di Padamu Negeri (NUPTK dan NAMA PTK). Maka saat proses VerVal NRG berlangsung sistem meminta PTK memasukkan data NRGnya secara manual untuk dicarikan ke database arsip NRG dari Pusbangprodik. 

B.1 Apabila hasil pencairan dari data arsip NRG telah sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan proses klaim kepemilikan NRG tersebut dengan melengkapi data-data sesuai sertifikasinya untuk mencetak S26b sebagai bukti ajuan klaim melalui Admin Dinas/Mapenda (S26c). Persetujuan dari Admin Dinas/Mapenda ini secara elektronik dikirim ke Admin Pubangprodik untuk dilakukan verifikasi dan validasinya. Apabila disetujui klaim NRG tersebut oleh Admin Pusbangprodik maka akan diterbitkan S26d.

B.2. Apabila hasil pencarian dari data arsip NRG tidak ditemukan atau tidak sesuai dengan data PTK bersangkutan, maka PTK dapat melakukan prosedur Ajuan NRG Baru. 

C. Ajuan NRG Baru
Ajuan NRG baru dapat dilakukan dengan kondisi sebagai berikut:

C.1. PTK telah memiliki sertifikasi dari LPTK namun belum memiliki NRG. 

C.2. PTK telah memiliki NRG namun tidak diketemukan saat proses pencarian dari proses klaim sebagaimana dijelaskan di poin B.


4. Bagaimana bila PTK menyatakan telah memiliki NRG (termasuk telah menerima tunjangan profesi berdasarkan NRG tersebut) namun tidak diketemukan saat VerVal NRG di Padamu Negeri atau ternyata NRG tersebut milik orang lain?
Tentunya sebagaimana dijelaskan pada poin 1 bahwa penerbit resmi NRG adalah Pusbangprodik. Sehingga bila tidak ditemukan NRG dimaksud atau tidak sesuai kepemilikannya pada arsip database NRG Pusbangprodik maka NRG tersebut dinyatakan tidak valid/tidak sah meskipun mungkin NRG tersebut telah digunakan sebagai dasar penerimaan tunjangan profesi. 

5. Bagaimana bila PTK yang telah memiliki sertifikasi dan NRG namun tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri?
Sebagaimana dijelaskan pada poin 2 (Tujuan VerVal NRG) serta berdasarkan UU no. 74 tahun 2009 pasal 10 ayat 4, maka apabila PTK pemilik sertifikasi dan NRG tidak melakukan VerVal NRG di Padamu Negeri hingga batas 30 Juni 2015 maka NRGnya dinyatakan tidak valid/tidak sah. 

6. Apabila PTK telah memiliki NRG lama namun tidak sesuai saat VerVal NRG sehingga yang bersangkutan mengajukan NRG baru dan mendapatkan NRG baru. Bagaimana dampaknya terhadap tunjangan yang telah diterima berbasiskan NRG lama selama ini?
NRG tidak bisa dipisahkan dengan NUPTK, karenya syarat NRG adalah harus memiliki NUPTK terlebih dahulu. Sehingga bila kasus tersebut terjadi maka setelah 30 Juni 2015 nanti, Pusbangprodik akan melakukan prosedur rekonsilisasi data NRG-NUPTK dengan unit pengelola tunjangan terkait baik di Kemdikbud maupun di Kemenag. 

7. Bagaimana memilih pola sertifikasi dan kode mapel yang sesuai saat melengkapi data VerVal NRG di Padamu Negeri?
a. Apabila akun PTK telah memiliki NUPTK dan lulus sertifikasi periode 2007 - 2014 dengan TMT Awal sebagai Guru < 2006 maka pilih pola sertifikasi PSPL/PF/PLPG. Selain itu pilih pola PPG yang sesuai jalurnya. 

b. Kode Mapel Sertifikasi yang tersedia ada 3 (tiga) pilihan sebagai berikut:
   - Pilih kode mapel [2007-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2007 - 2008
   - Pilih kode mapel [2009-xxx] bila lulusan sertifikasinya antara tahun 2009 - 2014
   - Pilih kode mapel [2015-xxx] bila tidak ditemukan di kode mapel [2009-xxx]

Fungsi dari Dapodik Dan Padamu Negeri Di Integrasikan

Dalam pendataan pendidikan selama ini terjadi dua penjaringan pendataan dari Dapodik dan Padamu Negeri, kedua pendataan pendidikan tersebut memang memiliki pola yang berbeda baik pengelolaan dan fungsinya, selama dua penjaringan tersebut cukup membingungkan karena tidak terintegrasi. Pada beberap hari yang lalu tentang NUPTK dapodik dan padamu negeri yang dikatakan terintegrasi sebelumnya namun perihal penonaktifan NUPTK oleh padamu negeri tak berlaku bagi dapodik.

Pihak padamu negeripun memberikan penjelasan tentang program yang mereka miliki tentang keberadaan padamu negeri pendataan pada sistem online. Lahirnya Perpres no 14 Tahun 2015 tentang kemdikbud terjadi perubahan struktur dalam kemdikbud menjadikan wadah baru salah satunya Ditjen Guru dan tenaga pendidikan. Padamu Negeri yang awalnya berada pada BPSDMPK-PMP beralih wadah ke ditjen GTK yang pada akhirnya sekarang Dapodik dan padamu mulai diintegrasikan, karena selama ini dianggap Padamu Negeri berjalan sendiri berbeda dengan dapodik.

Di Integrasikan. Bukan dilebur apalagi dihapus salah satu. Karena keduanya memang berbeda. Baik dari pengelola dan fungsinya, Dapodik dikelola PDSP (Pusat Data Statistik Pendidikan). Sedangkan Padamu Negeri sekarang dikelola oleh Ditjen Guru.



Fungsi Dapodik:
1. Verval Satuan Pendidikan
2. Verval Peserta didik
3. Verval Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Dengan kata lain. Menjaring data tiga entitas pendidikan sekaligus.


Fungsi Padamu Negeri:
1. Modul PKG Online
2. Modul Kelola NUPTK
3. Modul PKB KS dan Pengawas
4. Modul PKB Guru
5. Modul EDS
6. SIM Diklat
7. SIM Sertifikasi Guru
8. SIM UKG
9. SIM Lain-lain.

Pendidikan Formal, Non Formal dan Informal Harus Dapat Perlakuan Sama

Pendidikan itu tidak sama dengan persekolahan. Ketika Presiden RI Joko Widodo mencanangkan pendidikan 12 tahun itu berbicara tentang pendidikan. Oleh sebab itu pendidikan Formal, Non Formal dan Informal harus mendapatkan perlakuan yang sama, dan tidak dibeda-bedakan.

Hal ini disampaikan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan saat mengunjungi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Ar-Ridho, Kenteng Surakarta, Jawa Tengah, Kamis (26/02/2015). "Dunia ini dapat berubah karena pendidikan. Melalui PKBM ini dapat membantu masyarakat merubah hidupnya," kata Mendikbud.

Penyelenggaraan pendidikan hari ini, kata Mendikbud, jangan dilihat saat ini, tetapi lihat 40 tahun mendatang. Anak-anak yang dibantu melalui pendidikan non formal dan informal, Mendikbud meyakini akan melakukan hal yang sama yaitu membantu masyarakat yang membutuhkan lainnya. "Mereka akan selalu mengingat apa yang telah dilakukan di PKBM ini," tutur Mendikbud.

"Atas nama pemerintah kami menyampaikan apresiasi. Mudah-mudahan pengabdian PKBM Ar-Ridho dapat ditiru lembaga pendidikan non formal dan informal lainnya," tutur Mendikbud.

Di waktu yang sama Ketua PKBM Ar-Ridho Sarjoko, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Mendikbud. Ia mengatakan bahwa keberadaan PKBM sebagai dukungan dan membantu pemerintah. Dengan kehadiran Mendikbud disini, kata dia, dapat memberikan semangat kepada perserta didik, pendidik, dan masyarakat sekitar untuk terus peduli terhadap pendidikan.

"Mudah-mudahan dengan kehadiran Mendikbud, pendidikan non formal bisa benar-benar bisa mendapatkan penghargaan dari pemerintah, dan memberikan semangat bagi masyarakat disini juga," ucap Sarjoko. (Seno Hartono/Sumber: portal kemdikbud/pengunggah: Erika Hutapea)

Download RPP Kurikulum KTSP Kelas 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 SD

Pada semester 2 tahun pelajaran 2014/2015 ini, sebagian besar sekolah kembali menerapkan Kurikulum 2006 atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Untuk pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran, guru harus kembali membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Kurikulum KTSP.

Sebelum membuat RPP, terlebih dulu guru menyusun silabus sebagai program pembelajaran. Di dalam RPP berkarakter sesuai KTSP di dalam kegiatan pembelajaran (skenario/langkah pembelajaran) terdapat 3 tahapan, yaitu tahapan Eksplorasi, Elaborasi dan Konfirmasi. Pada kelas rendah, yaitu kelas 1, 2, dan 3 menggunakan RPP tematik.


RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP KTSP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP tersebut.

Di dalam RPP secara rinci harus memuat Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. RPP Berkarakter kelas 1-6 SD sesuai Kurikulum KTSP dapat didownload di bawah ini.

Kumpulan RPP Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 1-6 SD

RPP Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 6 SD
RPP Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 5 SD
RPP Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 4 SD
RPP Tematik Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 3 SD
RPP Tematik Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 2 SD
RPP Tematik Berkarakter Kurikulum KTSP Kelas 1 SD


Dari RPP Berkarakter KTSP yang telah didownload di atas diharapkan guru mampu untuk mengembangkan kembali sesuai karakter peserta didik dan kondisi sekolah masing-masing, sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas supaya peserta didik menguasai kompetensi yang diharapkan.

Pengertian Contextual Teaching and Learning / CTL

Kali ini saya akan memposting artikel tentang pengertian kontekstual (Contextual Teaching and Learning / CTL), karena mungkin banyak sekali dari para pengguna informasi internet sangat membutuhkan baik untuk tugas kuliah atau pembuatan makalah atau juga untuk skripsi, nah langsung saja ke pokok Pengertian atau arti dari Contextual Teaching and Learning / CTL. 

Menurut beberapa ahli
Upaya peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia tidak pernah berhenti. Berbagai terobosan baru terus dilakukan oleh pemerintah melalui Depdiknas. Upaya itu antara lain dalam pengelolaan sekolah, peningkatan sumber daya tenaga pendidikan, pengembangan/penulisan materi ajar, serta pengembangan paradigma baru dengan metodologi pengajaran.

Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat (Imam Mujahid, 2005:3).

Dengan konsep itu, hasil pembelajaran dihadapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. Strategi pembelajaran lebih dipentingkan daripada hasil.

Dalam kelas kontekstual, tugas guru adalah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dengan strategi daripada memberi informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yang bekerja bersama untuk menemukan sesuatu yang baru bagi anggota kelas (siswa). Sesuatu yang baru (baca: pengetahuan dan keterampilan) datang dari 'menemukan sendiri', bukan dari 'apa kata guru'. Begitulah peran guru di kelas yang dikelola dengan pendekatan kontekstual. Kontekstual hanya sebuah strategi pembelajaran. Seperti halnya strategi pembelajaran yang lain, kontekstual dikembangkan dengan tujuan agar pembelajaran berjalan lebih produktif dan bermakna. Pendekatan kontekstual dapat dijalankan tanpa harus mengubah kurikulum dan tatanan yang ada.

Namun demikian, dalam penerapannya pendekatan kontekstual bukan merupakan pekerjaan yang mudah , karena guru harus betul-betul memiliki kompetensi yang mumpuni dalam materi yang diajarkan. Disamping itu, pendekatn ini akan mengalami kesulitan apabila keadaan siswa kurang redines dalam materi pembelajaran yang akan disampaikan.

Pendekatan kontekstual (Contextual Teaching and Learning (CTL) merupakan konsep belajar yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkannya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu, hasil pembelajaran dihadapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses penilaian berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa, bekerja dan mengalami, bukan hanya transfer pengetahuan dari guru ke siswa. (Imam Mujahid, 2005:1)

Dikatakan oleh Sri Whardani (2004:5) bahwa pendekatan CTL memiliki tujuh komponen utama, yaitu konstruktivisme (Constructivism), menemukan (Inquiry), bertanya (Questioning) masyarakat belajar (Learning Community), pemodelan (Modeling), refleksi (Reflection) dan penilaian yang sebenarnya (Authentic Assessment). Sebuah kelas dikatakan menggunakan pendekatan CTL jika menerapkan ketujuh komponen tersebut dalam pembelajarannya. Dan, untuk melaksanakan hal itu tidak sulit. CTL dapat diterapkan dalam kurikulum apa saja, bidang studi apa saja, dan kelas yang bagaimanapun keadaannya.

Lebih jauh Sri Whardani (2004:8) mengatakan bahwa penerapan CTL dalam kelas cukup mudah. Secara garis besar, langkahnya adalah sebagai berikut :
  1. Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkostruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya.
  2. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik.
  3. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya.
  4. Ciptakan 'masyarakat belajar' (belajar dalam kelompok-kelompok).
  5. Hadirkan 'model' sebagai contoh pembelajaran.
  6. Lakukan refleksi di akhir pertemuan.
  7. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara.
Nah mungkin itu yang bisa saya bagi dengan teman-temen untuk lengkapnya silahkan googling atau cari di blog yang lain. Untuk download filenya silahkan klik di sini... 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...