Latest Updates

FORMAT FORMULIR PENDAFTARAN SISWA BARU (PSB / PPDB) TAHUN PELAJARAN 2015-2016

Kegiatan penerimaan baru pastinya akan mengawali aktivitas di awal tahun ajaran, khususnya bagi rekan-rekan PTK yang kebetulan menjadi panitia penerimaan peserta didik baru (PPDB) baik pada jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016 tahun ini.

Dalam kesempatan ini saya kembali akan share contoh formulir PSB (Penerimaan Siswa Baru) atau saat ini kita kenal dengan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) yang kebetulan telah saya buat sedemikian rupa untuk mengakomodir kelengkapan data administrasi dari calon peserta didik baru yang akan terdaftar di sekolah kita nanti.


Format file dari formulir penerimaan siswa baru bagi SD maupun SMP kali ini sengaja saya share dalam format Word ukuran F4, agar file dapat diedit sedemikian rupa, menyesuaikan identitas sekolah maupun pengeditan dalam bagian-bagian lain yang diperlukan, mohon koreksi dari teman-teman edukasi semuanya apabila ditemukan kesalahan untuk segera diperbaiki berdasarkan kebutuhan.

Berikut links download formulir PSB / PPDB untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016.:


Demikian share singkat contoh formulir penerimaan siswa baru untuk jenjang SD maupun SMP di tahun pelajaran 2015/2016.

TUNJANGAN SERTIFIKASI PROFESI GURU MULAI TAHUN 2016 DIBERIKAN BERDASARKAN KINERJA

Mulai tahun 2016, pencairan tunjangan profesi guru akan berbasis kepada kinerja masing-masing guru.

Hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) Nomor 16 Tahun 2009, tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya.

“Ke depan, penilaian kinerja guru akan digunakan sebagai salah satu syarat untuk tunjangan profesi. Hal itu didasarkan atas aturan Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009, dan akan mulai berlaku pada tahun 2016,” ujar Direktur Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Direktorat Pendidikan Dasar, Kemdikbud, Sumarna Surya Pranata.

Menurutnya, kebijakan tersebut tidak lain adalah sebagai bagian untuk menjadikan guru semakin bermartabat. Sehingga, kesejahteraan guru bisa sejalan dengan peningkatan kompetensi dan mutu.

“Kinerja itu salah satu tolak ukurnya adalah kompetensi. Kalau kompetensi dijadikan dasar, maka kita dapat meningkatkan mutu. Mari kita sama-sama berpikir sejahtera yang bermartabat,” ungkapnya.

Dirinya berharap, peningkatan kesejahteraan guru melalui tunjangan profesi guru jangan sampai tidak sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan. Bahkan, kata dia, kesejahteraan guru saat ini sudah cukup.

“Dengan melihat tantangan zaman dimana semuanya berubah, termasuk teknologi dan ilmu pengetahuan, maka kompetensi guru juga harus ditingkatkan,” tegasnya.

Dirinya memastikan, dengan aturan tunjangan profesi berbasis kinerja, bagi guru yang tidak memenuhi standar tidak akan mendapat tunjangan profesi. “Kalau guru kinerjanya di bawah B, tidak akan mendapat tunjangan profesi,” jelas Pranata.

Disebutkan, salah satu variabel penilaian kinerja adalah kehadiran. Namun, sambung dia, kehadiran guru di dalam kelas harus memenuhi empat kompetensi dasar.

“Bukan hanya hadir catat buku sampai abis, tapi mengajar dengan kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian. Jangan sampai gurunya pintar matematika, pedagodiknya bagus, tapi kepribadiannya jelek, nanti anak bisa disiksa terus,” ujarnya.

Diakui, pihaknya telah melakukan sosialisasi atas aturan yang akan mulai pada tahun depan itu. Dengan demikian, dia bisa memastikan tidak akan ada guru yang terbeban dengan kebijakan tersebut.

“Kita sudah sosialisasikan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja mulai tahun depan. Sehingga guru bisa berlomba untuk menjadi lebih baik,” terangnya.

Sementara, untuk tahun 2015 ini pemerintah telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp. 70,2 triliun untuk tunjangan profesi guru.


Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)

Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)
Model Pengajaran Langsung (Direct Instruction)

Muhammad Faiq Dzaki


Pemilihan model pembelajaran yang digunakan oleh guru sangat dipengaruhi oleh sifat dari materi yang akan diajarkan, juga dipengaruhi oleh tujuan yang akan dicapai dalam pengajaran tersebut dan tingkat kemampuan peserta didik. Di samping itu pula setiap model pembelajaran selalu mempunyai tahap-tahap (sintaks) yang dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru. Antara sintaks yang satu dengan sintaks yang lain mempunyai perbedaan. Oleh karena itu guru perlu menguasai dan dapat menerapkan berbagai model pembelajaran, agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai setelah proses pembelajaran sehingga dapat tuntas seperti yang telah ditetapkan. Tetapi para ahli berpendapat bahwa tidak ada model pengajaran yang lebih baik dari model pengajaran yang lain.(Kardi dan Nur, 2000b : 13).

Model Direct Intruction merupakan suatu pendekatan mengajar yang dapat membantu siswa dalam mempelajari keterampilan dasar dan memperoleh informasi yang dapat diajarkan selangkah demi selangkah. Pendekatan mengajar ini sering disebut Model Pengajaran Langsung (Kardi dan Nur,2000a :2). Arends (2001:264) juga mengatakan hal yang sama yaitu :”A teaching model that is aimed at helping student learn basic skills and knowledge that can be taught in a step-by-step fashion. For our purposes here, the model is labeled the direct instruction model”. Apabila guru menggunakan model pengajaran langsung ini, guru mempunyai tanggung jawab untuk mengudentifikasi tujuan pembelajaran dan tanggung jawab yang besar terhadap penstrukturan isi/materi atau keterampilan, menjelaskan kepada siswa, pemodelan/mendemonstrasikan yang dikombinasikan dengan latihan, memberikan kesempatan pada siswa untuk berlatih menerapkan konsep atau keterampilan yang telah dipelajari serta memberikan umpan balik.

Model pengajaran langsung ini dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa yang berkaitan dengan pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik, yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah. Hal yang sama dikemukakan oleh Arends (1997:66) bahwa: “The direct instruction model was specifically designed to promote student learning of procedural knowledge and declarative knowledge that is well structured and can be taught in a step-by-step fashion.”

Lebih lanjut Arends (2001:265) menyatakan bahwa: ”Direct instruction is a teacher-centered model that has five steps:establishing set, explanation and/or demonstration, guided practice, feedback, and extended practiceA direct instruction lesson requires careful orchestration by the teacher and a learning environment that businesslike and task-oriented.” Hal yang sama dikemukakan oleh Kardi dan Nur (2000a : 27), bahwa suatu pelajaran dengan model pengajaran langsung berjalan melalui lima fase: (1) penjelasan tentang tujuan dan mempersiapkan siswa, (2) pemahaman/presentasi materi ajar yang akan diajarkan atau demonstrasi tentang keterampilan tertentu, (3) memberikan latihan terbimbing, (4) mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik, (5) memberikan latiham mandiri.

Pustaka
Kardi, S. dan Nur M. 2000a . Pengajaran Langsung. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya University Press.

Arends, R.I. 2001. Learning to Teach. New York:Mc graw Hill Companies, Inc

Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)

Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)
Pengajaran Strategi Belajar (Learning Strategies)

Muhammad Faiq Dzaki

Menurut Claire Weinstein dan Richard Meyer bahwa pengajaran yang baik meliputi mengajarkan siswa bagaimana belajar, bagaimana mengingat, bagaimana berpikir, dan bagaimana memotivasi diri mereka sendiri.(Nur, 2000:5). Jadi mengajarkan siswa bagaimana belajar merupakan suatu tujuan pendidikan yang sangat penting dan menjadi tujuan utama.

Selanjutnya dikatakan bahwa pentingnya mengajarkan siswa bagaimana belajar atau disebut pengajaran strategi berlandaskan pada dalil bahwa keberhasilan siswa sebagian besar bergantung pada kemahiran untuk belajar secara mandiri dan memonitor belajar mereka sendiri, sehingga strategi belajar mutlak diajarkan kepada siswa.

Strategi belajar mengacu pada prilaku dan proses berpikir yang digunakan oleh siswa yang mempengaruhi apa yang dipelajari termasuk proses memori dan metakognitif.(Nur, 2000:7).Selanjutnya dikatakan bahwa strategi-strategi belajar adalah operator-operator kognitif meliputi dan di atas proses-proses yang secara langsung terlibat dalam menyelesaikan suatu tugas [belajar].

Tujuan utama dari pengajaran strategi adalah mengajarkan siswa untuk belajar atas kemauan dan kemampuan diri sendiri atau pebelajar mandiri (self-regulated learner) yang mengacu pada pebelajar yang dapat melakukan empat hal penting, yaitu: (a) secara cermat mendiagnosa suatu situasi pembelajaran tertentu, (b) memilih suatu strategi belajar tertentu untuk menyelesaikan masalah belajar tertentu yang dihadapi, (c) memonitor keefektivan strategi yang digunakan, dan (d) termotivasi untuk terlibat dalam situasi belajar sampai masalah terselesaikan. (Nur, 2000:9)

Pustaka:
Nur, M. 2000. Strategi-Strategi Belajar. Surabaya : Universitas Negeri Surabaya, University Press.

APLIKASI PSB / PPDB TERBARU 2015

Kali ini saya sedikit ingin berbagi aplikasi, dimana aplikasi ini menggunakan sistem macro seperti  Aplikasi Data Siswa pada artikel sebelumnya, kita langsung pada point inti aplikasi, apalikasi PSB / Penerimaan Siswa Baru, berikut tutorial menjalankan aplikasi PSB.



Langkah menjalankan Aplikasi :
1. Buka Aplikasi PSB


2. Isikan Nama Pengisi Data ( Admin Sekolah )
3. Klik Lanjut & OK.


4. Klik Petunjuk Pengisian & OK


5. Klik Mulai Isi Data.


6. Isikan secara Lengkap Data yang dibutuhkan & klik Catat.


keterangan jika data yang dicatat berhasil di input.


 Form hasil pencatatan data PSB.


7. Untuk mengisi data berikutnya Klik Mulai Isi Data


Buat sobat yang berminat silahkan download aplikasinya disini.


Demikian sedikit tutorial tentang menjalankan Aplikasi PSB, semoga bermanfaat.

Cara Mudah Mengajukan NISN Baru Tahun 2015

Cara Mudah Mengajukan NISN Baru Tahun 2015
Nomor Induk Siswa Nasional disingkat denga NISN merupakan nomor induk wajib yang haru dimiliki oleh seorang siswa baik baik SD, SLTP, dan SLTA, karena berbagai beasiswa, UN, Pendataan Pemeintah Pusat dan Daerah dalam perencanaan pembangunan pendidikan berdasarkan NISN yang Valid di tabulasi kemendikbud.

Kerugian bisa berdampak besar terhadap siswa dan sekolah yang menaunginya, berupa materi dan non materi, jadi hendaklah operator sekolah segera melakukan pengajuan NISN siswanya agar tidak berdampak negatif terhadap siswa dan sekolah anda.


Sejak tahun pelajaran 2014/2015 untuk mengurus NISN (Nomor  Induk Siswa Baru) bagi siswa SD, SMP, SMA, DAN SMA dapat dilakukan langsung oleh operator sekolah masing-masing. Hal ini tentu saja berbeda dengan mekanisme pengajuan NISN baru yang sebelumnya hanya dapat diurus melalui operator dinas kabupaten/kota.

Prosedur pengajuan pada tahap pertama adalah siswa yang akan diajukan NISN itu harus sudah terdaftar di aplikasi Dapodikdas untuk jenjang SD dan SMP, serta bagi jenjang SMA dan SMK juga telah terdaftar dalam aplikasi Dapodikmennya. untuk aplikasi Dapodikmen dapat didownload dari links situs http://dapo.dikmen.kemdikbud.go.id.

Perlu di ingat, walaupun operator sekolah sudah melakukan sinkronisasi dengan aplikasi Dapodik, namun dalam hal pengurusan NISN baru ini operator sekolah harus sudah terdaftar terlebih dahulu di SDM PDSP Kembdikbud sehingga operator sekolah dapat mengelola daftar peserta didik yang sudah ada pada situs tersebut (hasil sinkronisasi aplikasi Dapodik).

Bagi yang sudah berhasil registrasi, selanjunya operator sekolah tersebut mengakses situs http://vervalpd.kemdikbud.go.id. Panduan lengkap dapat diunduh langsung dari sana, mulai bagaimana cara membuat NISN baru, sampai dengan bagaimana cara VerVal peserta didik yang sudah mempunyai NISN. Semoga dapat membantu anda dalam pengajuan NISN dan verval NISN siswa anda.

Aplikasi Pembuatan Brosur Sekolah Gratis

Ada banyak cara yang bisa kita gunakan untuk membuat brosur sekolah seperti dengan menggunakan program microsoft word, Photoshop, dan corel draw. Untuk beberapa cara di atas memang cukup sulit apabila anda tidak memiliki keahlian dalam design dalam artian basic dari masing-masing program yang akan digunakan untuk membuat brosur. Oleh karena itu dalam tulisan kali ini, agar lebih mudah kita akan membuat brosur menggunakan aplikasi online.

Untuk memperkaya informasi di blog pendidikan ini, sebelumnya saya akan menuliskan sedikit panduan dasar membuat brosur sekolah dengan menggunakan program microsoft word, ikuti langkah-langkah di bawah

Pertama pastikan komputer anda terhubung dengan Internet, selanjutnya buka lembar kerja program microsoft word. Lalu klik menu "Office Button" dan pilih "new" dan pada lembar new document yang terbuka pilihlah salah satu template brosur yang akan anda gunakan. (misal : education).

gambar cara bikin brosur
Kedua tunggu sampai proses searching template brosur selesai, lalu klik salah satu template sesuai dengan tema brosur yang akan anda buat. setelah selesai memilih klik tombol "download" seperti gambar di bawah

catatan : Ketik kata "brochure" di kota search untuk memilih tema brosur
gambar brosur
Silahkan tunggu proses download template brosur gratis sampai lembar dokumen word berubah menjadi tema brosur yang anda pilih tadi. Nah sampai disini saya rasa anda sudah paham, selanjutnya mulailah mengedit tema tersebut seperti upload foto, dan sebagainya. Apabila anda ingin membuat brosur untuk keperluan PPDB tentunya anda tinggal menambahkan, visi misi sekolah, jadwal pendaftaran, persyaratan pendaftaran dan sebagainya.

Adapun untuk membuat brosur sekolah menggunakan aplikasi online silahkan menuju ke halaman pembuatan brosur online DISINI

Cara Pintar Memanfaatkan Kartu Indonesia Pintar

Pemerintahan Jokowi sedang giat-giatnya mengkampanyekan Kartu Pintar Indonesia di media masa. KIP di tujukan kepada Siswa tidak mampu yang ada di seluruh wilayah NKRI. Operator Sekolahpun disibukkan untuk mengisi data KPS siswa agar di ganti menjadi Karti Pintar Indonesia. 
Cara Gunakan KIP

Bagaimana menggunakan Kartu Indonesia Pintar (KIP)? Jawaban dari pertanyaan ini terdapat dalam poster Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Kementerian Agama. Dalam poster itu disebutkan beberapa langkah penggunaan KIP untuk memperoleh manfaat PIP.

Pertama, calon penerima PIP membawa dan menunjukkan KIP dengan membawa bukti pendukung berupa fotokopi Kartu Keluarga (KK) ke sekolah/madrasah/satuan pendidikan formal atau non formal di mana calon penerima KIP terdaftar.

Screenshoot Brosur Cara / Prosedur Menggunakan KIP (Kartu Indonesia Pintar)
Bila tidak memiliki KK, dapat membawa Surat Keterangan RT/RW/Lurah/Kepala Desa/ yang menyatakan bahwa anak tersebut adalah anggota keluarga dari pemegang KKS.

Kedua, lembaga pendidikan akan mencatat informasi anak ke dalam Daftar Calon Penerima PIP yang akan diajukan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Ketiga, Kemendikbud dan Kemenag akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar ke lembaga/bank penyalur yang ditunjuk.

Keempat, dinas pendidikan/kantor Kemenag kabupaten/kota akan mengirim Surat Pemberitahuan dan Daftar Penerima Manfaat Program Indonesia Pintar ke sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya.

Kelima, sekolah/madrasah/lembaga pendidikan lainnya menginformasikan kepada peserta didik/orangtua mengenai lokasi dan waktu pengambilan dana bantuan berdasarkan info dari Dinas Pendidikan/Kantor Kemenag Kab/Kota dan/atau lembaga/bank penyalur.

Keenam, peserta didik atau orangtua dapat mengambil dana bantuan Program Indonesia Pintar ke lembaga/bank penyalur dengan membawa KIP dan salah satu bukti pendukung, seperti Surat Pemberitahuan/Rapor/Identitas Diri lainnya (KTP atau Kartu Pelajar)

Bagi keluarga penerima KKS yang anggota keluarganya belum memperoleh KIP (usia 6 – 21 tahun dan terdaftar di satuan pendidikan formal atau informasl) dapat melapor ke sekolah/madrasah/satuan pendidikan formal atau non formal lainnya untuk didaftarkan sebagai calon penerima KIP dan manfaat program , dengan membawa KKS/fotokopi KKS beserta bukti pendudkung seperti tersebut di atas. (M. Adib Minanurohim)

MENDIKBUD DAN MENTERI ESDM SEPAKAT ATASI MASALAH LISTRIK DI SEKOLAH-SEKOLAH SELURUH INDONESIA

Berbicara kualitas tentu tak dapat terlepas dari yang namanya fasilitas. Begitu juga dengan dunia pendidikan yang membutuhkan sarana pembelajaran yang mana seluruh fasilitas teknologi tersebut membutuhkan listrik, mulai dari laptop, komputer PC, proyektor, peralatan di laboratorium, dan lain-lain sebagainya. 

Selain dalam proses pembelajaran yang membutuhkan listrik, dalam pengelolaan/manajemen pendidikan yang mulai berbasis data seperti sekarang ini, otomatis listrik merupakan kebutuhan utama selain adanya jaringan internet tentunya.
Meskipun sebenarnya dapat menggunakan aliran listrik dari diesel / genset akan tetapi sangat rawan terjadi kerusakan pada alat-alat tersebut, di samping itu juga akan semakin menambah beban pembiayaan dikarenakan diperlukan pembelian bahan bakar untuk mesin pembangkit listrik itu sendiri.

Dan alhamdulillaah… Terkait mengatasi permasalahan tersebut pemerintah dalam hal ini Kemendikbud telah berupaya dalam mengatasi permasalahan ini. Berdasarkan informasi yang admin rilis dari situs Kemdikbud RI bahwasannya masalah listrik ini akan diatasi Kemendikbud bersama Kementerian ESDM sehingga nantinya seluruh sekolah di Indonesia dapat memiliki jaringan listrik, berikut informasi selengkapnya…

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Anies Baswedan, beserta jajarannya mengunjungi Kementerian Energi, Sumber Daya, dan Mineral (Kementerian ESDM) guna membahas salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran yaitu tersedianya listrik di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

Manajemen pendataan pendidikan di sekolah dengan sumber daya listrik genset (Dok : Dadang JSN)
Mendikbud beserta jajarannya disambut baik oleh Menteri ESDM, Sudirman Said, beserta jajarannya di kantor Kementerian ESDM. Kedua belah pihak menyepakati bahwa ketersediaan listrik di sekolah-sekolah seluruh Indonesia merupakan masalah bersama yang harus diselesaikan dengan kerja bersama antara kedua kementerian dan pihak-pihak terkait lainnya serta masyarakat itu sendiri.

Mendikbud mengatakan, dari pertemuan ini kedua belah pihak menyepakati untuk membentuk gugus tugas. Gugus tugas ini, kata dia, secara bersama akan melakukan pengumpulan data, verifikasi, dan melakukan tindakan-tindakan penyelesaian masalah sesuai dengan tantangan dan kebutuhan di daerahnya masing-masing.

"Ini sebuah langkah untuk menyelesaikan masalah listrik di sekolah-sekolah kita," katanya pada saat memberikan keterangan pers mengenai Ketersediaan Listrik Bagi Sekolah-sekolah di Indonesia, di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (20/3/2015).

Mendikbud mengungkapkan, salah satu tujuan mengunjungi Kementerian ESDM adalah dalam rangka memastikan anak-anak Indonesia bisa belajar dengan baik. Saat ini, kata dia, ada 8,4% atau setara 17.520 sekolah dari total sekitar 280 ribu sekolah di seluruh penjuru Indonesia yang belum teraliri listrik. Mayoritas sekolah belum teraliri listrik tersebut adalah SD dan SMP sejumlah 14.992 sekolah, sedangkan untuk SMA dan SMK sebanyak 2.528 sekolah yang belum teraliri listrik.

Mendikbud menyampaikan, kegiatan belajar mengajar hari ini membutuhkan dukungan teknologi. Minimal, kata dia, di malam hari untuk bisa belajar dibutuhkan teknologi penerangan, jadi listrik merupakan kebutuhan yang sangat mendasar. "Di Indonesia hari ini kita mereview data tentang listrik dan menemukan banyak sekali sekolah yang masih belum teraliri listrik," ujarnya.

Mendikbud menjelaskan, bagi masyarakat urban atau metropolitan, kehadiran teknologi dalam pendidikan sering dirasa sebagai kemewahan. Bagi masyarakat yang berada di daerah tertinggal, kata dia, teknologi adalah sebuah keharusan. "Karena dengan teknologi itulah mereka bisa menjangkau saudara-saudara lain yang jauh lebih maju," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Sudirman berpendapat, pendidikan adalah pintu dari kemajuan, namun apabila sekolah-sekolah belum mendapatkan pasokan listrik dirasa kurang pas. Ini, kata dia, menjadi tugas kita bersama untuk melakukan verifikasi dan secara terencana melakukan tindakan di lapangan agar terjadi percepatan pasokan listrik di sekolah-sekolah.

"Terutama di daerah terpencil, daerah-daerah yang jauh itu, kita akan gunakan titik-titik, tempat-tempat penyelenggaraan pendidikan sebagai hub (jaringan, red) untuk menumbuhkan listrik dengan basis energi baru," ucapnya. (Agi Bahari)


Pengajuan Usulan E-Formasi Untuk CPNS Tahun 2015 Diperpanjang hingga tanggal 16 Mei

Pengajuan Usulan E-Formasi Untuk CPNS Tahun 2015 Diperpanjang hingga tanggal 16 Mei
Pengajuan usulan E-Formasi ( Formasi dengan Sistem Elektronik ) diperpanjang hingga 16 mei , ini berarti pemerintah pusat dan pemerintah daerah masih punya kesempatan tiga pekan lebih untuk mengajukan kebutuhan ASN ( Aparatur sipil negara ) yang baru , baik CPNS maupun PPPK ( Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja ).
Sekertaris KEMENPAN-RB ( Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi ) "Bapak Dwi Atmadji " mengungkapkan , sesuai sekertariat MenPAN-RB harusnya pengajuan formasi lewat Elektronik terkahir bulan April , namun , banyaknya  kendala teknis yang membuat pengajuannya diundur sampai bulan Mei .

Karena data-datanya yang dimasukkan lewat jaringan internet, banyak daerah yang kesulitan dalam memasukan datanya . Apalagi di saat jaringan sibuk, banyak yang gagal input data,” kata Dwi.

Saat ini, sambung Dwi, IT KemenPAN-RB tengah memperbaiki sistemnya agar pemda masih bisa mengirimkan data saat jaringan sibuk. Salah satunya dengan menambah kapasitas server KemenPAN-RB.
“Kami sarankan kepada instansi daerah untuk terus mencoba input data. Mengingat ada sekitar 600 instansi pusat dan daerah yang akan mengirimkan data kepegawaiannya,” tegas Dwi.
Dengan pemberian perpanjangan waktu tersebut maka Pemerintah menjadwalkan akan menetapkan formasi CPNS instansi pusat dan daerah pada Juli mendatang. Sementara, untuk pelaksanaan seleksi CPNS dari jalur umum maupun honorer kategori dua (K2) digelar Agustus.
“Cepat atau lambat penetapan formasi tergantung dari data-data yang masuk lewat e-formasi cepat atau tidak. Kalau molor, otomatis formasinya juga lama ditetapkan,” kata Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Setiawan Wangsaatmaja.
Dia menyebutkan, daerah yang mendapatkan formasi CPNS tahun ini harus memenuhi sejumlah kriteria. Di antaranya sudah melengkapi analisa jabatan dan beban kerja, perencanaan pegawai selama lima tahun, belanja pegawainya maksimal 40 persen.
Selain itu diutamakan tenaga pendidik, kesehatan, dan fungsional tertentu seperti penyuluh, dan lain-lain.

Karena moratorium, syaratnya diperketat. Daerah yang belanja pegawainya di atas 40 persen kecil mungkinan dapat formasi,” ucapnya.
Mengenai kuota CPNS, Setiawan menyatakan, masih dalam penggodokan juga. Namun dia mengisyaratkan, kuotanya di bawah 100 ribu orang.
 (sumber : www.jpnn.com)
Sekian Informasinya mengenai usulan Formasi penerimaan CPNS melaui e-Formasi yang diundur sampai bulan Mei.  Semoga bermanfaat

Temukan Kami di Facebook

Followers

Total Pageviews