10/28/2020

Perencanaan Pembelajaran

Dalam sebuah kegiatan pembelajaran diperlukan banyak hal untuk menciptakannya sebagai sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif. Selain tenaga pendidik, peserta didik dan bahan ajar yang baik maka hal yang tak kalah penting adalah adanya perencanaan kegiatan pembelajaran yang baik pula. Sebenarnya apa sih yang dinamakan perencanaan pembelajaran ini? Mengapa perencanaan pembelajaran sangat penting? Untuk mendapatkan jawabannya anda dapat membaca ulasan beriku ini dengan seksama karena saya akan bayak membahas tentangnya di sini.

Perencanaan pembelajaran merupakan sebuah kegiatan merencanakan pembelajaran yang dilakukan oleh seorang tenaga pendidik di awal kegiatan pembelajaran . Atau dengan kata lain perencanaan pembelajaran ini merupakan sebuah kegiatan merencanakan apa yang ingin dicapai selama kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan.

Perencanaan pembelajaran ini merupakan sebuah hal yang penting karena memiliki banyak tujuan yang di antaranya adalah:

  1. Dengan perencanaan pembelajaran proses pembelajaran yang akan berlangsung menjadi lebih terarah. Perencanaan pembelajaran merupakan gambaran tentang tujuan atau target yang ingin dicapai selama kegiatan pembelajaran jadi di dalam perencanaan pembelajaran ini seorang tenaga pendidik dapat mengarahkan tentang bagaimana pembelajaran-pembelajaran yang nantinya akan dilaksanakan dapat mencapai tujuan atau target yang telah direncanakan.
  2. Yang kedua dengan sebuah perencanaan pembelajaran maka seorang tenaga pendidik dapat menentukan target pembelajaran. Target pembelajaran ini sangat penting karena terkait dengan perkembangan para peserta didik yang ada di dalamnya. Sehingga dengan hal ini kegiatan pembelajaran akan berlangsung dengan efektif karena target-target pembelajaran telah jelas.
  3. Yang selanjutnya adalah sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan pembelajaran yang akan datang. Dengan perencanaan pembelajaran yang baik seorang tenaga pendidik akan dapat lebih mudah untuk melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan dan dapat melakukan perbaikan pada saat kegiatan pembelajaran baru yang akan dilaksanakan. Sehingga dengan hal tersebut maka kekurangan-kekurangan yang terdapat pada pembelajaran terdahulu dapat diminimalkan.
  4. Mempermudah tenaga pendidik dan peserta didik dalam menjalankan peranannya. Dalam sebuah perencanaan pembelajaran yang baik telah terdapat peranan-peranan yang harus dilakukan oleh peserta didik dan tenaga pendidik yang dengannya tentu akan memudahkan mereka selama pembelajaran berlangsung.

Dan demikianlah beberapa ulasan yang dapat saya berikan, semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian.

10/27/2020

Metode Pembelajaran TK yang Baik

Metode Pembelajaran TK - Pendidikan di taman kanak-kanak ataupun juga pendidikan anak usia dini merupakan sebuah pendidikan yang penting untuk mendukung perkembangan individu saat ini. Dengan pembelajaran di tingkat PAUD atau TK tersebut maka seorang individu akan dapat berkembang dengan baik sesuai dengan tingkat perkembangan usianya. Untuk mendapatkan pembelajaran TK yang berkualitas tentunya diperlukan sebuah metode atau cara yang baik, mengingat anak usia TK tersebut memiliki tingkat pemahaman yang masih terbilang rendah. Dengan demikian maka pembelajaran TK harus dibedakan dengan pembelajaran yang lainnya. Seperti apakah metode pembelajaran TK yang saya maksud tersebut? Beberapa penjelasannya akan saya sajikan berikut ini, sehingga penting bagi anda untuk menyimak ulasan berikut ini dengan seksama agar beragam informasi yang saya sajikan tentangnya dapat anda ketahui.

  1. Metode pertama yang dapat digunakan dalam pembelajaran TK adalah metode cerita. Seorang anak pada usia TK memiliki tingkat keingintahuan yang tinggi. Mereka sangat menyukai cerita, sehingga dengan hal ini maka seorang tenaga pendidik di taman kanak-kanak diharapkan dapat memberikan materi pembelajaran menggunakan cara-cara bercerita sehingga para peserta didiknya dapat lebih mudah memahami.
  2. Metode bercakap-cakap merupakan metode yang selanjutnya. Metode ini sangat baik digunakan untuk membantu seorang anak di tingkat TK dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Metode ini dititikberatkan pada kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh peserta didik.
  3. Metode yang selanjutnya adalah metode tanya jawab. Di sini seorang tenaga pendidik dapat melakukan tanya jawab kepada para peserta didiknya. Dengan catatan tanya jawab yang dilakukan tersebut harus dapat memancing reaksi yang baik bagi para peserta didik tanpa membuat mereka merasa tertekan. Ada dua jenis pertanyaan yang dapat dilakukan, pertama dengan pertanyaan ingatan, yaitu pertanyaan yang diberikan untuk melihat sejauh mana daya tangkap yang dimiliki oleh setiap peserta didik. Yang kedua adalah pertanyaan pikiran, ini merupakan jenis pertanyaan yang memancing penggunaan daya pikir para peserta didik. Dengan metode ini maka seorang tenaga pendidik akan dapat mengetahui sejauh mana peserta didik berkembang.

Itulah beberapa ulasan yang dapat saya berikan kepada anda tentang pembelajaran di TK. Semoga sedikit ulasan yang saya sampaikan di atas dapat memiliki manfaat bagi anda sekalian.

10/26/2020

Macam - Macam Media Pembelajaran

Media pembelajaran merupakan teknologi pembawa pesan yang bisa dimanfaatkan untuk keperluan dalam proses belajar. Terdapat beberapa macam media pembelajaran yang bisa dilakukan untuk mencapai suatu keberhasilan dalam melakukan suatu study. Setiap siswa ataupun mahasiswa selalu membutuhkan suatu media pembelajaran yang membuatnya mudah dalam memahami berbagai pokok bahasan sehingga mereka mampu menguasai secara baik. Tidak hanya murid saja beberapa guru juga membutuhkan beberapa macam media pembelajaran yang nantinya dijadikan sebagai cara untuk membimbing murid – muridnya.

Media pembelajaran memang sangat beraneka ragam yang sangat efisien. Sesuai dengan hasil penelitian oleh beberapa ahli menyatakan bahwa, media beraneka ragam itu hampir sangat bermanfaat. Berikut ini terdapat beberapa macam media pembelajaran yang bisa diterapkan.


  1. Media Visual, media ini merupakan suatu media yang memiliki fungsi untuk menyampaikan dengan mengandalkan indera penglihatan. Pesan yang disampaikan melalui media visual ini berupa simbol – simbol komunikasi secara visual. Pesan visual tersebut berupa gambar / foto, maps (Peta), bagan atau chart.
  2. Media Cetak, suatu media pembelajaran dalam bentuk bahan bacaan. Media pembelajaran ini melalui buku, majalah, surat kabar. Media yang satu ini sudah sangat akrab untuk dilakukan dan menjadi suatu media utama dalam proses pembelajaran. Namun, tidak sedikit pula siswa yang merasa malas untuk membaca bacaan pada buku atau lainnya. padahal dengan membaca secara sering seseorang akan mudah menyerap suatu ilmu dari buku itu sehingga proses pembelajaran akan lebih mudah dengan membaca secara efektif.
  3. Media Serbaneka, media yang satu ini merupakan suatu media dengan disesuaikan potensi suatu daerah di sekitar tempat belajar dan bisa dimanfaatkan untuk proses pembelajaran. Contoh media serbaneka papan tulis, media tiga dimensi dan media realita dari masyarakat sekitar.

Beberapa macam media pembelajaran di atas sudah diterapkan di Indonesia. Selain media di atas seorang guru harus bisa memanfaatkan media baru untuk membangkitkan minat seorang siswa dalam proses belajar. Sehingga tidak hanya mengandalkan suatu media namun, harus memiliki ide – ide baru untuk menginspirasi murid dalam proses pembelajaran.

Teknologi Pembelajaran Online

Proses pembelajaran bisa dilakukan secara online salah satunya adalah proses belajar bahasa Inggris. Seiring dengan perkembangan IPTEK kursus bahasa Inggris bisa diikuti secara online. Pelatihan bahasa Inggris secara online sudah tidak jarang ditemukan di beberapa website. Sehingga jika anda pengguna internet yang sedang berniat mempelajari bahasa Inggris secara online tidaklah sulit untuk menemukan kursus online hanya yang perlu diperhatikan adalah cara penyampaian materi jadi pilihlah tempat kursus yang memiliki keunggulan. Belajar bahasa Inggris secara online kadang membingungkan bagaimana jika mengerjakan tugas tapi ternyata itu tidak menjadi masalah. Namun kemudahan akan selalu ada karena, ketika ada tugas soal – soal latihan itu dikirim melalui email dan guru online tersebut akan mengoreksi serta memberitahukan kepada pelajar letak kesalahannya dimana jadi, intinya sama saja dengan kursus secara offline. Hanya saja kalau kursus online ini menghemat waktu juga biaya. Bisa dikatakan seperti itu pembelajaran secara online tidak perlu keluar dari rumah sehingga tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi maupun konsumsi.

Jika anda belum menguasai bahasa Inggris secara fasih dalam pelafalan maupun penerapan secara tulisan nah, solusi tepat mengikuti kursus. Bagi anda seorang yang suka menyantai di dalam rumah cara inilah paling tepat untuk belajar bahasa Inggris sambil nyantai ataupun main handphone dengan mengikuti belajar bahasa Inggris dengan sistem online. Selain mendapatkan materi dari website kursus online sebaiknya carilah materi dari sumber lain misalnya dari sebuah buku tentang pengetahuan bahasa Inggris maupun modul yang berhubungan dengan materi yang sedang dikuasai. Meskipun cara pembelajaran dengan sistem online tetap harus berlatih terus tentang cara menulis dan pengucapan dalam bahasa Inggris. Kemudian lakukan pengasahan pendengaran yaitu dengan sering memutar musik berbau Inggris dengan tujuan menambah penguasaan kosakata.

Teknologi pembelajaran ini sangat efisien dan menjadi solusi utama bagi mereka yang ingin mengikuti kursus namun tidak memiliki waktu karena sibuk dengan pekerjaannya. Dengan demikian sangatlah efisien jika memilih untuk belajar bahasa Inggris secara online.

10/25/2020

Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Pendekatan dan Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013

Dalam draft Pengembangan Kurikulum 2013 diisyaratkan bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui observasi (menyimak, melihat, membaca, mendengar), asosiasi, bertanya, menyimpulkan, dan mengkomunikasikan. Disebutkan pula, bahwa proses pembelajaran yang dikehendaki adalah proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centered active learning) dengan sifat pembelajaran yang kontekstual. (Sumber: Pengembangan Kurikulum 20013, Bahan Uji Publik, Kemendikbud).
Apakah ini sesuatu yang baru dalam pendidikan kita? Saya meyakini, secara konseptual proses pembelajaran yang ditawarkan dalam Kurikulum 2013 ini bukanlah hal baru. Jika kita cermati  kurikulum 2004 (KBK) dan Kurikulum 2006 (KTSP), pada dasarnya menghendaki proses pembelajaran yang sama seperti  apa yang tersurat dalam Kurikulum 2013 di atas. Pada periode KBK dan KTSP, kita telah diperkenalkan atau bahkan kebanjiran dengan aneka konsep pembelajaran mutakhir, sebut saja: Pembelajaran Konstruktivisme, PAKEM, Pembelajaran Kontekstual, Quantum Learning,  Pembelajaran Aktif, Pembelajaran Berdasarkan Masalah, Pembelajaran Inkuiri, Pembelajaran Kooperatif dengan aneka tipenya, dan sebagainya.

Jika dipersandingkan dengan Kurikulum 2013, konsep-konsep pembelajaran tersebut pada intinya tidak jauh berbeda. Permasalahan muncul ketika ditanya, seberapa jauh konsep-konsep pembelajaran mutakhir tersebut telah terimplementasikan di lapangan?
Berikut ini sedikit cerita saya tentang contoh kasus implementasi pembelajaran mutakhir selama periode KBK dan KTSP, yang tentunya tidak bisa digeneralisasikan. Dalam berbagai kesempatan saya sering berdiskusi dengan beberapa teman guru, dengan mengajukan pertanyaan kira-kira seperti ini:
Anggap saja dalam  satu semester terjadi 16 kali pertemuan tatap muka, berapa kali Anda melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan konsep pembelajaran mutakhir?
Jawabannya beragam, tetapi sebagian besar tampaknya cenderung menjawab bahwa pendekatan yang sering digunakan adalah pendekatan pembelajaran konvensional dengan kekuatan intinya pada penggunaan metode ceramah (Chalk and Talk Approach).
Berkaitan dengan permasalahan implementasi pendekatan dan metode pembelajaran mutakhir dalam KBK dan KTSP, setidaknya saya melihat ada 2 (dua) sisi permasalahan yang  berbeda, tetapi tidak bisa dipisahkan:
1.  Masalah keterbatasan keterampilan (kemampuan).
Untuk masalah yang pertama ini dapat dibagi ke dalam dua kategori: (a) kategori berat, yaitu mereka yang menunjukkan ketidakberdayaan. Jangankan untuk mempraktikan jenis-jenis pembelajaran mutakhir, mengenal judulnya pun tidak. Yang ada dibenaknya, ketika mengajar  dia berdiri di depan kelas – atau bahkan hanya duduk di kursi guru- sambil berbicara menyampaikan materi pelajaran mulai dari awal sampai akhir pelajaran, sekali-kali diselingi dengan tanya jawab. Itulah yang dilakukannya secara terus menerus sepanjang tahun;  dan (b) kategori sedang. Relatif lebih baik dari yang pertama, mereka sudah mengetahui jenis-jenis pembelajaran mutakhir tetapi mereka masih mengalami kebingungan dan kesulitan untuk menerapkannya di kelas, mereka bisa mempraktikan satu atau dua metode pembelajaran mutakhir tetapi dengan berbagai kekurangan di sana-sini.
2. Masalah keterbatasan motivasi (kemauan).
Untuk masalah yang kedua ini, pada umumnya dari sisi kemampuan tidak ada keraguan. Mereka sudah memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang pembelajaran mutakhir yang lumayan, tetapi sayangnya mereka kerap dihinggapi penyakit keengganan untuk mempraktikannya. Mereka memperoleh pengetahuan dan keterampilan dari berbagai pelatihan dan workshop yang diikutinya. Sepulangnya dari kegiatan pelatihan, semangat mereka berkobar-kobar, nge-full bak batere HP yang baru di-charge, tetapi lambat laun semangatnya memudar dan akhirnya padam, kembali menggunakan cara-cara lama. Hasil pelatihan pun akhirnya menjadi sia-sia.
Kembali kepada persoalan Pendekatan dan  Metode Pembelajaran dalam Kurikulum 2013. Pemerintah saat ini telah menyiapkan strategi pelatihan bagi guru-guru untuk kepentingan implementasi Kurikulum 2013. Hampir bisa dipastikan, salah satu materi yang diberikan dalam pelatihan ini yaitu berkaitan dengan penguasaan pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkan pendekatan dan  metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013.
Pelatihan untuk penguatan keterampilan guru tentang teknis pembelajaran memang penting. Kendati demikian saya berharap dalam rangka implementasi Kurikulum 2013 ini, tidak hanya bertumpu pada sisi keterampilan saja, tetapi seyogyanya dapat menyentuh pula aspek motivasional. Dalam arti, perlu ada upaya-upaya tertentu untuk membangun kemauan dan komitmen guru agar dapat menerapkan secara konsisten berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan tuntutan Kurikulum 2013. Bagi saya, upaya menanamkan dan melanggengkan motivasi dan komitmen ini tidak kalah penting atau bahkan mungkin lebih penting dari sekedar menanamkan kemampuan.
Jika ke depannya kita bisa secara konsisten menerapkan berbagai pendekatan dan metode pembelajaran yang sejalan dengan Kurikulum 2013, niscaya kehadiran Kurikulum 2013 akan lebih dirasakan manfaatnya. Dan tampak disini pula letak perbedaan yang sesungguhnya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya.  Tetapi jika tidak, lantas apa bedanya antara Kurikulum 2013 dengan Kurikulum sebelumnya?

Model Pembelajaran Matematika Part II

Matematika sering kali menjadi sebuah pembelajaran yang ditakutkan oleh para peserta didik dan para orang tuanya. Mengapa? Ini karena banyak peserta didik kurang dapat memahami matematika yang notabene merupakan sebuah pelajaran yang abstrak tersebut. Banyak orang tua yang akan berupaya semaksimal mungkin untuk memberikan pelajaran matematika kepada anaknya mulai dari pelajaran di rumah hingga mengkursuskan anak mereka. Namun nampaknya yang menjadi masalah sebenarnya bukanlah hal tersebut, yakni lebih utama tentang bagaimana seorang tenaga pendidik menyampaikan materi pelajaran matematika agar dapat mudah dicerna oleh para peserta didiknya. Karena itulah perlu kiat-kiat khusus agar materi pelajaran matematika tersebut dapat diterima dengan optimal oleh para peserta didik. Dan berikut ini saya akan memberikan beberapa ulasan yang saya rangkum tentang bagaimana cara memberikan materi matematika yang baik dari seorang tenaga pendidik kepada peserta didiknya sebagai berikut:

  1. Yang pertama kali yang harus diingat oleh tenaga pendidik adalah bahwa matematika ini merupakan mata pelajaran yang abstrak sehingga hal yang pertama kali harus dilakukan adalah dengan menyampaikan mata pelajaran tersebut dengan metode konvensional atau yang sering kita ketahui sebagai metode pembelajaran secara langsung.  Di sini seorang guru harus menyampaikan materi pelajaran yang perlu dihafalkan oleh para peserta didiknya.
  2. Yang kedua seorang tenaga pendidik haruslah mengerti kondisi dan dapat berpikir kreatif. Keberhasilan pendidik dalam menyampaikan materi sangat bergantung dari bagaimana para tenaga pendidik tersebut dapat mengolah materi pembelajaran matematika yang abstrak tersebut menjadi materi pembelajaran yang lebih nyata. Semisal saat tenaga pendidik menyampaikan materi tentang volume bangun ruang maka tenaga pendidik dapat memberikan contoh penggunaan pelajaran tersebut dalam kehidupan nyata. Sehingga dengan cara seperti ini peserta didik dapat lebih mudah memahami.
  3. Seorang tenaga pendidik dapat memanfaatkan metode belajar kelompok kepada para peserta didik agar mereka dapat dengan aktif memecahkan masalah matematika yang diberikan secara bersama-sama di dalam kelompoknya. Dengan cara tersebut materi yang disampaikan tenaga pendidik akan dapat diterima dengan lebih efisien.
Dan demikianlah sedikit ulasan yang dapat saya berikan  tentang model pembelajaran matematika yang efektif digunakan untuk para peserta didik. Semoga dengannya dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembaca.

10/23/2020

Belajar dan Pembelajaran

Belajar dan Pembelajaran - Pada Kehidupan sehari-hari mungkin kita akan sering kali mendengar dua istilah yakni belajar dan pembelajaran. Ya ini karena dua hal tersebut sangat penting untuk dipahami oleh seseorang agar mampu mendapatkan kehidupan yang lebih baik di kedepanya. Tapi selama ini mungkin anda hanya mengenalnya tanpa mengetahui apa sih sebenarnya belajar dan pembelajaran itu? Karenanya maka pada ulasan berikut ini saya akan menjabarkan kepada anda lebih jelas tentang belajar dan pembelajaran yang sangat penting untuk anda simak dengan seksama agar anda mendapatkan banyak informasi penting tentangnya.

Yang pertama kali akan kita bahas di sini adalah tentang belajar. Kegiatan belajar merupakan sebuah kegiatan yang dilakukan oleh seorang individu baik dengan melihat, mendengar maupun menggunakan indera yang lain untuk mendapatkan dan memahami sesuatu. Dalam menjalani kehidupannya seseorang wajib melakukan kegiatan belajar agar dapat melakukan penyesuaian diri dengan kehidupannya terutama dalam menghadapi jaman yang terus berkembang.

Yang kedua adalah tentang pembelajaran. Pembelajaran merupakan sebuah kegiatan yang berhubungan dengan belajar mengajar yang dengannya terdapat elemen-elemen yang saling mendukung dan saling melengkapi satu sama lain. Dan elemen tersebut akan saya jelaskan lebih perinci di bawah ini.
  1. Peserta didik. Dalam sebuah pembelajaran terdapat peserta didik yaitu orang yang bertujuan untuk belajar dalam kegiatan pembelajaran.
  2. Selanjutnya ada tenaga pendidik  yakni orang yang berkewajiban untuk melakukan penyampaian materi pembelajaran kepada para peserta didik yang dimilikinya.
  3. Bahan ajar. Dalam  sebuah kegiatan pembelajaran salah satu hal utama yang harus terpenuhi adalah adanya materi pelajaran. Karena tanpa adanya materi pelajaran ini sebuah kegiatan pembelajaran tidak dapat berlangsung.
  4. Yang selanjutnya adalah adanya media pembelajaran. Media pembelajaran memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung terciptanya sebuah kegiatan pembelajaran yang efektif di sebuah lingkungan. Karena dengan media pembelajaran yang baik dan mumpuni maka seorang tenaga pendidik akan dapat lebih mudah dalam menyampaikan pelajaran yang ingin disampaikannya kepada para peserta didik. Serta para peserta didik pun juga akan lebih mudah memahami pelajaran yang mereka terima.
Dan itulah beberapa ulasan yang dapat saya sampaikan mengenai belajar dan pembelajaran yang dengannya semoga dapat memberikan banyak manfaat bagi para pembaca sekalian.