10/29/2014

Cara Cepat Belajar Percakapan Bahasa Jepang Untuk Pemula

Belajar bahasa Jepang untuk pemula mungkin agak susah karena bingung memulainya dari mana. Ada juga diantara kalian yang belajar bahasa Jepang karena sesuatu hal, mungkin karena menonton anime, memang suka bahasa Jepang, ataupun berkeinginan kerja di Jepang.Dalam belajar percakapan bahasa Jepang terdapat bentuk biasa dan bentuk yang sopan.Kedua bentuk tersebut berbeda penggunaanya, bentuk yang sopan digunakan ketika berbicara dengan atasan atau orang yang lebih di hormati, sedangkan bentuk biasa digunakan dalam belajar bahasa Jepang untuk pemula. Materi kali ini akan membahas bagaimana cara cepat belajar percakapan bahasa Jepang untuk pemula.

Berikut hal-hal yang perlu dipahami ketika belajar bahasa Jepang untuk pemula :

1. Bahasa Jepang berlawanan dengan bahasa Indonesia yang menggunakan sistem D.M (Diterangkan Menerangkan).Bahasa Jepang menggunakan sistem M.D. (Menerangkan Diterangkan) sehingga dalam bahasa Jepang kata yang menerangkan terletak di depan kata yang diterangkan, sebagai contoh:
a. Masakan Jepang = Nihon no ryori, Nihon = Jepang, Ryori = masakan
b. Buku saya = Watashi no hon, Hon = buku,Watashi = saya.
c. Perusahaan printer = Purinta no kaisya, Purinta = printer, Kaisya = perusahaan

2. Dalam belajar percakapan bahasa Jepang, kata benda pada umumnya tidak memiliki bentuk jamak. Contohnya ketika menunjuk pada satu televisi (terebi) akan sama dengan menunjuk televisi yang jumlahnya lebih dari satu. Untuk membedakan televisi yang jumlahnya banyak terdapat kalimat percakapan selanjutnya misalnya televisi yang mana atau televisi yang seperti apa. Dalam bahasa Indonesia, kata jamak dapat di bentuk dengan mengulang kata tersebut seperti kayu-kayu, sayur-sayuran.

3. Dalam bahasa Jepang terdapat perubahan bentuk dari kata sifat,dari kata kerja maupun kata bantunya.Kata sifat dalam bahasa Jepang dibagi menjadi dua yakni kata sifat na dan kata sifat i, kondisi dan waktu yang berbeda kata kerja, kata sifat, kata bantu akan mengalami perubahan, contohnya :
a. Sekarang saya minum teh = Ima watashi wa ocha o nomimasu
b. Sekarang saya tidak minum teh = Ima watashi wa ocha o nomimasen
c. Kemarin saya minum teh = Kino watashi wa ocha o nomimashita
d. Kemarin saya tidak minum teh = Kino watashi wa ocha o nomimasendeshita
e. Sekarang saya sedang minum teh>> Ima watashi wa ocha o nonde imasu.

Pada jenis kata sifat, perbedaan jenis kata sifat maka perubahan bentuk dari kata sifat tersebut berbeda juga, misalnya untuk kata kata sifat i dansifat na:

a. Tidak enak = Oishii kunai (kata sifat i)
b. Tidak ramah = Shinsetsu dewa arimasen (kata sifat Na)

4. Predikat terletak pada akhir kalimat, lihat contoh pada tabel diatas (sekarang saya minum teh) untuk bahasa Indonesia kata keterangan waktu dapat diletakan di depan maupun di belakang kalimat (saya minum teh sekarang), jika dalam bahasa Indonesia predikatnyaterletak setelah subyek (saya minum teh), tetapi dalam bahasa Jepang predikat terletak di akhir kalimat (watashiwa ocha o nomimasu), nomimasu = minum terletak setelah objeck.

saya minum teh

S P O

watashi wa ocha o nomimasu

S O P

5. Untuk menyambung kata atau kalimat digunakan partikel,berbagai jenis partikel yang ada dalam bahasa Jepang, penggunaannya disesuaikan dengan fungsi dari kata yang akan disambungkan, contohnya partikel no biasa digunakan untuk menyambung kata benda dengan kata benda

a. Masakan Jepang Nihon no ryori, Nihon = Jepang,Ryori = masakan
b. Buku saya Watashi no hon, Hon = buku,Watashi = saya,
c. Kimura (Sdr.) adalah seorang guru

Kimura san wa sensei desu

Sensei = guru

Wa dan no pada contoh diatas adalah partikel untuk menghubungkan kata.Masih terdapat partikel selain wadan no yang lain yaitu e, ni mo, dan lain sebaginya.

Semoga sesi materi ini bermanfaat untuk belajar cepat bahasa Jepang bagi kalian semua.
Previous Post
Next Post

0 komentar: