9/29/2016

Kemenristek Wajibkan CPNS Guru Mengajar dulu di Pedalaman lalu Diasramakan

Seleksi calon guru yang akan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) mulai 2016 tidak akan sembarangan. Calon guru ini akan dikirim dulu ke daerah terpencil lalu diasramakan.
Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) Supriadi Rustad mengatakan, kalau sekarang ini sangatlah mudah menjadi guru.
Seseorang yang sudah kuliah selama empat tahun bisa menjadi guru tanpa diseleksi menjadi CPNS. Selanjutnya mereka akan mengikuti sertifikasi yang memungkinkan mereka mendapat tunjangan profesi.
"Di dalam konsep Kemenristek Dikti tidak boleh demikian. Guru harus difilter dari awal. Yang tidak hebat tidak akan masuk seleksi karena tidak boleh sembarang orang menjadi guru," kata Supriadi dalam Pameran Foto SM3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar, Terpencil) berjudul Melahirkan Sang Penyayang di Kantor Kemenristek Dikti, belum lama ini.
Supriadi menjelaskan, Kemenristek Dikti mulai akan menyaring calon guru melalui dua filter pada 2016. Tahapan pertama ialah setiap calon guru akan diwajibkan mengikuti SM3T. SM3T adalah penempatan guru di sekolah terpencil selama satu tahun. Selain mendapat akses khusus ke formasi CPNS mereka juga diberikan biaya hidup selama penempatan.
Dia menjelaskan, penempatan SM3T akan digenjot ke Papua sebab yang awalnya daerah ini sulit untuk dimasuki, namun pada 2013 lalu akhirnya dengan perjuangan para guru SM3T perintis masyarakat pun menyadari pentingnya guru bagi anaknya.
Dia menjelaskan, pada 2014 lalu akhirnya semua bupati mulai menerima SM3T. Hal ini menjadi pertanda Indonesia baru yakni peranan pendidik yang tidak dikotomi putra daerah melainkan pendatang pun bisa berkiprah di daerah lain.
Dia menjelaskan, total guru SM3T sejak 2011 SM3T diluncurkan hingga 2014 lalu ada sebanyak 10.290 orang. Selanjutnya setelah mereka mengabdi di daerah 3T maka mereka akan diasramakan di lembaga pendidik tenaga kependidikan (LPTK) selama satu tahun.
Program ini dinamakan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Supriadi menjelaskan, pada 2013 lulusan PPG SM3T ada 2.215 orang dan 2014 ada 2.391 orang sedangkan pada tahun ini yang lulus tes online ada 3.731 orang.
Kedua konsep ini dilakukan karena jika hanya dilatih di LPTK saja guru hanya menyentuh sisi profesional dan kemampuan pedagogik saja. Sementara dari pengabdiannya selama menjadi guru SM3T mereka akan diasah kepedulian sosial terhadap sesama.
"Yang lulus adalah yang meraih standar nasional tertingi. Dengan SM3T dan PPG mereka akan digembleng kompetensi pribadi dan sosialnya," jelasnya.sumber
Previous Post
Next Post

0 komentar: